Akurat Logo

Penting, Cegah Obesitas dengan Menghitung Indeks Massa Tubuh

Arrayyan Nurrochim | 16 Januari 2019, 18:30 WIB
Penting, Cegah Obesitas dengan Menghitung Indeks Massa Tubuh

AKURAT.CO, Baru-baru ini, viral seorang wanita asal Kalimantan Tengah yang punya berat badan 220 kg. Saat ini, wanita yang diketahui bernama Titi Wati itu tengah berada di rumah sakit untuk menjalani tindakan medis demi menormalkan berat badannya.

Obesitas memang identik dengan serangan berbagai penyakit. Untuk itulah penting bagi kita agar mengetahui 'batas' berat badan sehat kita masing-masing.

Berat badan sehat itu bisa ditentukan lewat perhitungan body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh. Dilansir oleh AKURAT.CO dari Harvard Health Publishing, BMI adalah kalkulasi ukuran menggunakan tinggi dan berat badan. Hasil yang didapat nantinya digolongkan apakah termasuk berat badan kurang, normal, kelebihan berat badan, atau obesitas.

 Whathealth

Cara menghitungnya adalah membagi berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Jadi, misalnya ada seseorang punya berat badan 50 kg dan tinggi badan 1,6 m (160 cm). Kuadratkan dulu tinggi badan 1,6 m itu, maka didapat angka 2,56. Kemudian, bagi angka 50 kg dengan angka 2,56 itu, lalu diperoleh hasil akhir 19,5. Hasil akhir itulah yang disebut indeks massa tubuh atau BMI . Setelah itu, bandingkan hasil BMI itu dengan kategori berikut ini:

Pertama, BMI kurang dari 18,5 termasuk kategori berat badan kurang.

Kedua, BMI 18,5-25 termasuk kategori berat badan normal (sehat).

Ketiga, BMI 25-30 termasuk kategori kelebihan berat badan.

Keempat, BMI lebih dari 30 termasuk obesitas.

Secara umum, makin tinggi BMI, makin tinggi pula risiko terserang penyakit yang berkaitan erat dengan berat badan, seperti diabetes, radang sendi, gangguan hati, beberapa jenis kanker, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Perlu diketahui, BMI memang bukanlah tolok ukur satu-satunya tingkat kesehatan manusia. Namun, perhitungan ini sangat berguna sebagai peringatan awal dalam menjaga kesehatan. Jika angka BMI yang diperoleh melebihi kategori normal, sudah saatnya Anda mengubah gaya hidup Anda menjadi gaya hidup yang lebih sehat.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.