AKURAT.CO, Selain pada orang dewasa, usus buntu juga dapat diderita oleh anak-anak. Jika pada orang dewasa penyebabnya bisa dibilang sebagian besar karena tidak konsumsi serat seimbang, kurang minum, hingga akhirnya ada penyumbatan pada bagian usus. Lantas apa penyebab usus buntu pada anak?.
"Kalau dilihat kita tarik data dari beberapa penelitian, penyebabnya adalah inflamasi atau memang ada infeksi pada usus buntu di pangkal, dimana kelenjar limfoidnya membesar," kata dr. Alifi Maulidyan, Sp.BA, yang AkuratHealth wawancarai secara eksklusif, di Rumah Sakit Awal Bros, Tangerang, Senin, (20/11).
Faktor lain yang memicu radang usus buntu pada anak adalah karena belum sempurnanya tabir pelindung rongga perut. Sehingga infeksi yang terjadi bisa menyebar dengan cepat pada rongga perut.
"Memang sampai sekarang kita belum ada yang mengetahui persis, penyebab terjadinya radang usus buntu, yang kita pahami itu proses tetjadinya rangkaian infeksi itu," tambahnya.
Ia menjelaskan usus buntu yang membentang dari rongga mulut sampai dubur dibagian pangkal usus besar terdapat usus buntu kecil. Bentuknya single dan pada bagian lehernya usus tersebut terdapat kelenjar limfoid atau kelenkar getah bening.
Sama seperti jika seseorang sedang panas atau demam, ditemukan lehernya ada bagian yang jadi timbul benjolan. Nah, di bagian leher usus buntu ini juga sama. Kalau lagi terjadi infeksi leher di usus buntu membesar, tetapi bagian leher ini jika terus terjadi pembengkakan akan terjadi penjepitan.
Bahayanya, isinya usus buntu ini seperti gusi yang mengeluarkan atau produksi cairan terus menerus. Selama terjepit leher usus tersebut, maka cairan tersebut menumpuk dan membuat bertambah bengkak usus buntunya, seperti balon yang ditiup terus menerus.
"Jika sudah terjadi penjepitan ini pasti anak merasa nyeri sekali, bisa lama-lama kalau membesar, terjadi kebocoran, panas, demam, dan lainya secara berkelanjutan. Jadi ada proses dulu, dimulai ketika dilahirkan yang sudah memiliki risiko usus buntu," jelasnya.
Dokter Alifi juga mengatakan, dimana pun kasus menderita usus buntu itu ada. Baik itu di Indonesia maupun luar negeri. Intinya asalkan ditangani dengan cerapt dan tepat maka tidak akan timbul masalah besar. Sekali lagi, jangan sampai dilarikan ke tukang urut bila sudah infeksi. Dikhawatirkan malah makin melebar.
Jadi kalau anak sudah terlihat seperti sakit maag yang berulang walaupun sudah diobati, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan tindakan lanjut.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 6Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 7Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 8Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver




