Akurat Logo

Hati-hati, Kecanduan Gula Bisa Menyebabkan Depresi

Khaerul S | 7 Juni 2018, 20:40 WIB
Hati-hati, Kecanduan Gula Bisa Menyebabkan Depresi

AKURAT.CO Wajah gula memang manarik. Ia hadir dalam bentuk yang cantik seperti kristal putih berkilau. Rasa manisnya pun bikin ketaghan. Namun tahukah adan, ternyata gula dapat memberikan kita ancaman seperti penyakit gula tinggi alias diabetes. Sesuatu yang nikmat pasti ada pengaruhnya. Begitu kiranya gula, layaknya kebiasaan kokain atau nikotin yang memiliki kenikmatan namum di lain sisi berdampak yang negatif.

Gula dapat membuat kita terkena obesitas, memudahkan perkembangan diabetes, meningkatkan tekanan darah, dan membuat hati jadi berlemak. Saat ini gula tersedia sebagai sukrosa yang sangat terkonsentrasi.

James DiNicolantonio yang merupakan pakar di Institut Jantung Mid America Saint Luke mengatakan bahwa gula tidak seperti garam. Gula tidak memiliki 'sinyal penolakan' layaknya garam.

"Reseptor rasa garam akan 'membengkokkan' ketika Anda sudah terlalu banyak memakan garam. Ini tidak terjadi ketika kita banyak memakan gula. Kita sebenarnya memiliki mekanisme keamanan terpadu yang melindungi kita dari garam yang berlebihan. Sementara gula tubuh kita tidak bisa menolaknya. Orang-orang dapat memakan seluruh kue manis atau cokelat batangan yang tak ada habisnya dan masih menginginkan lebih banyak," bebernya.

DiNicolantonio juga berpendapat bahwa gula olahan dapat menghasilkan ketagihan layaknya indikasi zat adiktif.

"Gula dapat menyebabkan gejala seperti gangguan hiperaktif, dan bahkan dapat menciptakan keadaan serupa di otak seperti pada pasien yang mengalami depresi," ungkapnya.

Ada beberapa bukti perbedaan genetik terhadap gula karena setiap orang merasakan kemanisan yang berbeda-beda. Namun, secara keseluruhan, dalam sebuah ulasan mengatakan, gula rafinasi dapat memberi kita salah satu kenikmatan indrawi paling intens dari kehidupan. Itu yang dikhawatirkan untuk kehidupan ke depannya dan harus dicegah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A