AKURAT.CO Wajah gula memang manarik. Ia hadir dalam bentuk yang cantik seperti kristal putih berkilau. Rasa manisnya pun bikin ketaghan. Namun tahukah adan, ternyata gula dapat memberikan kita ancaman seperti penyakit gula tinggi alias diabetes. Sesuatu yang nikmat pasti ada pengaruhnya. Begitu kiranya gula, layaknya kebiasaan kokain atau nikotin yang memiliki kenikmatan namum di lain sisi berdampak yang negatif.
Gula dapat membuat kita terkena obesitas, memudahkan perkembangan diabetes, meningkatkan tekanan darah, dan membuat hati jadi berlemak. Saat ini gula tersedia sebagai sukrosa yang sangat terkonsentrasi.
James DiNicolantonio yang merupakan pakar di Institut Jantung Mid America Saint Luke mengatakan bahwa gula tidak seperti garam. Gula tidak memiliki 'sinyal penolakan' layaknya garam.
"Reseptor rasa garam akan 'membengkokkan' ketika Anda sudah terlalu banyak memakan garam. Ini tidak terjadi ketika kita banyak memakan gula. Kita sebenarnya memiliki mekanisme keamanan terpadu yang melindungi kita dari garam yang berlebihan. Sementara gula tubuh kita tidak bisa menolaknya. Orang-orang dapat memakan seluruh kue manis atau cokelat batangan yang tak ada habisnya dan masih menginginkan lebih banyak," bebernya.
DiNicolantonio juga berpendapat bahwa gula olahan dapat menghasilkan ketagihan layaknya indikasi zat adiktif.
"Gula dapat menyebabkan gejala seperti gangguan hiperaktif, dan bahkan dapat menciptakan keadaan serupa di otak seperti pada pasien yang mengalami depresi," ungkapnya.
Ada beberapa bukti perbedaan genetik terhadap gula karena setiap orang merasakan kemanisan yang berbeda-beda. Namun, secara keseluruhan, dalam sebuah ulasan mengatakan, gula rafinasi dapat memberi kita salah satu kenikmatan indrawi paling intens dari kehidupan. Itu yang dikhawatirkan untuk kehidupan ke depannya dan harus dicegah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara




