Akurat Logo

Mengenal Self Harm yang Ramai Terjadi di Kalangan Remaja, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Iwan Gunawan | 29 Januari 2024, 11:45 WIB
Mengenal Self Harm yang Ramai Terjadi di Kalangan Remaja, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

AKURAT.CO  Belakangan ini, ramai terjadi fenomena self harm yang dilakukan oleh para remaja kemudian dibagikan ke media sosial.

Kemungkinan mereka merasa frustasi atau bahkan lebih ekstrim melakukan self harm untuk mengakhiri hidupnya.

Kebiasaan self harm tentu berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental. Perlu penanganan khusus agar penderita bisa keluar dari kebiasaan tersebut.

Self harm adalah sebuah tindakan menyakti diri sendiri untuk menghilangkan rasa frustasi, stres dan berbagai macam emosi.

Setiap orang mempunyai self harm yang berbeda, seperti halnya menyanyat anggota tubuh (cutting), meneggak zat berbahaya, mengigit, memukul dan lainnya.

Melansir dari Healthline, sebanyak 80% orang melakukan cutting sebagai tindakan self harm. Bedasarkan penelitian di tahun 2021, self harm didominasi oleh remaja hingga dewasa muda di Indonesia dengan rentang usia 12-19 tahun.

Baca Juga: 76 Pelajar Di Magetan Sayat Tangan Sendiri, Kenali Self Harm Yang Ancam Jiwa

Penyebab dari perilaku self harm sendiri bermacam-macam.

Berikut penyebab dari self harm:
- Memiliki trauma di masa lalu
- Tidak mengetahui cara meluapkan rasa trauma, sakit dan tekanan secara psikologis
- Sulit mengekspresikan emosi dan perasaan
- Tidak mempuyai solusi atas rasa kesepian, diabaikan dan kebingungan.

Self harm juga dinilai membuat para penderita ketagihan. Dengan anggapan bahwa tindakan melukai diri sendiri adalah cara untuk meredam perasaan negatif serta menikmati rasa sakit tersebut.

Selain itu, juga membuat self harm menjadi perilaku yang dilakukan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) seperti, depresi, bipolar disorder dan obsessive-compulsive disorder.

Fenomena self harm menjadi perhatian khusus oleh para tenaga kesehatan mental. Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya self harm lakukan beberapa cara berikut ini:

1. Konsultasi ke Psikiater atau Psikolog

Berkonsultasi dengan dengan psikiater atau profesional dapat membantu mengenali pemicu awal self harm serta cara mencegahnya.

Nantinya psikiater dan psikolog akan membantu kalian mengenali diri sendiri sehingga terhindar dari tindakan self harm.

2. Bercerita ke Orang Terdekat

Bercerita kepada orang terdekat dapat membantu mencegah tindakan self harm karena kalian tidak akan merasa sendiri.

Ketika timbul dorongan untuk melukai diri sendiri coba untuk cerita ke orang terdekat seperti orang tua, kakak atau adik, hingga teman.

Pembicaraan yang dibahas tidak perlu selalu tentang self harm, bisa dimulai dengan topik yang bisa membuat kalian lebih tenang.

3. Menulis Jurnal

Menulis jurnal dapat membantu mengetahui penyebab dari self harm.

Kalian bisa menulis apapun seperti kegiatan yang dilakukan sehari-hari dan bagaimana perasaan pada hari itu.

Kegiatan ini dapat membantu untuk memahami emosi yang dirasakan sehingga dapat menyadari dorongan self harm.

4. Olahraga

Olahraga menjadi salah satu cara mencegah self harm yang cukup manjur.

Kegiatan ini dapat melepas ketegangan fisik dan mengatasi stress.

Kemudian bisa ajak teman untuk lari atau berjalan bersama di sekitar taman.

5. Lakukan Aktivitas yang Relax

Melakukan aktivitas yang relax dapat menjadi alternatif saat muncul keinginan untuk self harm.

Coba untuk melakukan aktivitas yang dapat membuat pikiran lebih relax seperti mendengarkan musik, pijat, berendam di air hangat dan lainnya.

Bagi kalian yang memiliki teman, anggota keluarga atau bahkan diri sendiri yang menunjukan tanda-tanda depresi atau gejala penyakit mental lainnya dengan kecenderungan mencoba untuk self harm segera hubungi psikiater dan psikolog atau mencoba cara pencegahan di atas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.