Studi: Anak dari Ayah Perokok Lebih Mungkin Punya Asma dan Penyakit Pernapasan Lain

AKURAT.CO Orang-orang yang ayahnya adalah perokok remaja memiliki penanda gen yang terkait dengan asma, obesitas, dan fungsi paru-paru yang rendah.
Ini adalah penelitian pertama pada manusia yang mengungkap mekanisme biologis di balik dampak ayah yang merokok sejak dini terhadap anak-anaknya, menurut peneliti dari Universitas Southampton di Inggris dan Universitas Bergen di Norwegia.
“Perubahan penanda epigenetik jauh lebih nyata pada anak-anak yang ayahnya mulai merokok selama masa pubertas dibandingkan anak-anak yang ayahnya mulai merokok sebelum pembuahan,” kata rekan penulis studi Negusse Kitaba, seorang peneliti di Universitas Southampton.
“Pubertas dini mungkin mewakili masa kritis perubahan fisiologis pada anak laki-laki. Ini adalah saat sel induk terbentuk yang akan menghasilkan sperma seumur hidup,” jelas Kitaba dalam rilis berita universitas.
Baca Juga: Kembali Masuk Sekolah, Ini Cara Antisipasi Asma Pada Anak
Para peneliti menemukan perubahan epigenetik di 19 lokasi yang dipetakan pada 14 gen pada anak-anak dari ayah perokok dini. Perubahan dalam cara DNA dikemas dalam sel mengatur ekspresi gen dan berhubungan dengan masalah kesehatan tertentu, menurut laporan tersebut.
“Kesehatan generasi masa depan bergantung pada tindakan dan keputusan yang diambil oleh generasi muda saat ini jauh sebelum mereka menjadi orang tua, khususnya bagi anak laki-laki di masa pubertas dini dan ibu/nenek sebelum hamil dan selama kehamilan,” kata rekan penulis Dr. Cecilie Svanes dari Universitas Bergen.
“Sungguh menarik bahwa kami kini dapat mengidentifikasi mekanisme yang menjelaskan pengamatan kami," tambahnya.
Merokok tidak hanya membahayakan perokok dan mereka yang menghirup asap rokok, tetapi juga anak-anak perokok itu di masa depan.
Baca Juga: Catat! 8 Fakta Tentang Penyakit Asma Yang Sering Dianggap Mitos
Penelitian baru menunjukkan bahwa anak laki-laki yang merokok di usia remaja berisiko mewariskan sifat genetik yang berbahaya kepada anak-anaknya di masa depan. Studi tersebut menyelidiki profil genetik 875 orang berusia antara 7 dan 50 tahun dan perilaku merokok ayah mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







