Waspada Aritmia! Jantung Berdebar Disertai Mudah Lelah Pertandanya

AKURAT.CO Aritmia merupakan gangguan kesehatan yang terjadi pada irama jantung. Penyakit ini menyebabkan detak jantung penderitanya terasa tidak teratur yang bisa lebih cepat atau lebih lambat. Kondisi ini terjadi karena impuls elektrik yang berfungsi mengatur detak jantung agar tetap normal, tidak bekerja dengan baik atau mengalami gangguan.
Gangguan kesehatan ini tidak boleh disepelekan begitu saja. Aritmia yang tidak mendapatkan penanganan segera dapat memicu komplikasi serius, hingga memicu gagal jantung. Gangguan kesehatan ini bisa dikenali melalui beberapa gejala, terutama gangguan pada irama jantung.
Gejala aritmia sangat bervariasi bagi setiap orang. Ada yang tidak merasakan gejala apapun sementara orang lain dapat mengeluhkan dada berdebar disertai pusing, mual bahkan muntah. Tanda dan gejala lain berhubungan dengan jantung yang tidak memompakan darah secara efektif karena berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat. Gejala tersebut antara lain sesak napas atau mengi, lemah, pusing, pingsan atau hampir pingsan, nyeri dada atau rasa tidak nyaman didada.
Salah satu jenis aritmia yang mematikan adalah Fibrilasi Ventrikel. Kondisi ini terjadi ketika jantung berdetak dengan sangat cepat akibat impuls listrik yang tidak menentu. Hal tersebut dapat menyebabkan jantung (ventrikel) bergetar sia-sia sehingga darah tidak dipompakan. Tanpa detak jantung yang efektif, tekanan darah akan jatuh dan mengakibatkan terganggunya suplai darah ke organ vital secara mendadak. Seseorang dengan fibrilasi ventrikel akan runtuh dalam hitungan detik karena tidak berjalannya sirkulasi darah dan dengan segera tidak bernapas.
Penyebab Terjadinya Aritmia
- Ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam darah.
- Penggunaan obat-obatan terlarang yang dapat mempengaruhi kerja jantung, sehingga meningkatkan risiko terjadinya aritmia.
- Efek samping obat-obatan.
- Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan.
- Banyak mengkonsumsi kafein atau nikotin (merokok).
- Gangguan kelenjar tiroid.
- Sleep Apnea Obstruktif atau terganggunya pernapasan saat tidur.
- Diabetes yang tidak terkontrol.
- Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
- Penyakit jantung koroner, gangguan lain pada jantung, atau riwayat operasi jantung.
- Penyempitan pembuluh darah arteri jantung, serangan jantung, kelainan pada katup jantung, gagal jantung, dan kerusakan jantung lainnya merupakan faktor risiko dari hampir segala jenis aritmia.
- Serangan listrik.
- Polusi udara.
Cara Pencegahan Aritmia
- Perbanyak relaksasi, jangan terlalu cemas, stres, atau takut berlebihan.
- Olahraga secara teratur, terutama olahraga aerobik, minimal 30 menit setiap 1-3 hari sekali.
- Jaga berat badan agar tidak kegemukan.
- Jauhi kafein, alkohol, rokok, apalagi narkoba.
- Tidur yang cukup dan teratur, jangan terlalu malam.
- Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang nilai gizinya, perbanyak sayur, buah, dan biji-bijian utuh yang mengandung kaya antioksidan, batasi makanan berlemak jahat dan berkalori tinggi.
- Ketika dada terasa tidak nyaman, beristirahatlah, jangan paksakan beraktifitas, kompres hangat dada, atur napas dengan baik, dan jangan panik.
- Jangan sembarangan minum obat tanpa saran dokter.
Pengobatan Aritmia
Untuk memastikan normal atau tidaknya detak jantung, bisa melakukan pemeriksaan mandiri. Caranya, dengan menempelkan tiga jari di pergelangan tangan, hitung denyut nadi selama 15 detik. Kalikan hasilnya dengan 4 untuk mendapat angka denyut nadi istirahat per menit.
Hati-hati jika hasilnya lebih lambat atau lebih cepat, karena detak jantung normal umumnya berdetak sebanyak 60 - 100 kali per menit. Agar mendapat hasil lebih pasti, lakukan pemeriksaan ke dokter terdekat.
Berikut ini beberapa langkah yang umumnya dilakukan dokter untuk mengobati aritmia.
- Memberikan obat-obatan penghambat beta untuk menjaga denyut jantung tetap normal dan obat-obatan antikoagulan, untuk menurunkan risiko terjadinya penggumpalan darah dan stroke.
- Alat picu jantung untuk menjaga detak jantung tetap normal pada kasus-kasus aritmia tertentu.
- Kardioversi. Dokter akan memberikan kejutan listrik ke dada pengidap untuk membuat denyut jantung kembali normal. Cara ini dilakukan jika suatu aritmia tidak dapat ditangani dengan obat-obatan.
- Metode ablasi untuk mengobati aritmia yang letak penyebabnya sudah diketahui.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





