Akurat

Hati-Hati Hoarding Disorder! Kondisi Sering Menimbun Barang Tak Terpakai

| 15 Maret 2023, 21:17 WIB
Hati-Hati Hoarding Disorder! Kondisi Sering Menimbun Barang Tak Terpakai

AKURAT.CO Kamu memiliki teman atau kerabat yang suka menimbun barang tak terpakai? Atau malah kamu sendiri sering melakukannya? Hati-hati, bisa jadi terkena hoarding disorder.

Apa itu Hoarding Disorder?

Barang yang ditimbun orang yang terkena hoarding disorder (health jade)

Hoarding disorder atau gangguan mengumpulkan barang yang merupakan kondisi sakit mental yang ditandai dengan keinginan yang kuat untuk mengumpulkan barang tak berguna, karena dianggap akan berguna di kemudian hari, bersejarah, atau memiliki nilai sentimental. 

Barang yang disimpan pun bisa beragam, mulai dari buku, koran, makanan, benda kenangan, pakaian, perkakas, hingga barang bekas yang sudah kotor dan rusak.

Selain itu, pengidapnya kerap tidak merasa kalau yang dialaminya sebagai gangguan. Inilah yang membuat pengobatan ataupun penanganan menjadi sulit untuk dilakukan. 

Apa Pengebab Hoarding Disorder?

Dikutip dari laman NHS, Rabu (15/3/2023), penyebab seseorang mulai menimbun atau mengalami hoarding disorder belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini. 

Misalnya, seseorang dengan masalah mobilitas mungkin secara fisik tidak dapat membersihkan sejumlah besar barang-barang yang mereka peroleh, dan orang  yang mengalami demensia mungkin tidak dapat mengkategorikan dan membuang barang.

Masalah kesehatan mental yang terkait dengan penimbunan meliputi:

  • Mengalami gangguan mental, seperti depresi, skizofrenia, dan gangguan obsesif kompulsif (OCD)
  • Dibesarkan di rumah yang berantakan dan tidak pernah belajar memprioritaskan dan menyortir barang
  • Memiliki keluarga yang juga menderita hoarding disorder
  • Pernah ditinggalkan oleh orang yang dicintai
  • Pernah mengalami kesulitan ekonomi
  • Pernah mengalami kehilangan harta benda akibat kebakaran atau bencana alam

Orang-orang ini lebih cenderung:

  • Hidup sendiri
  • Tidak menikah
  • Memiliki masa kanak-kanak yang kurang beruntung, baik karena kekurangan materi atau hubungan yang buruk dengan anggota keluarga lainnya.

Gejala Hoarding Disorder

Mulai mencari dan menyimpan barang dalam jumlah berlebihan merupakan gejala awal hoarding disorder. Penderita juga dapat menunjukkan tanda dan gejala berikut:

  • Sulit membuang barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan
  • Merasa cemas ketika hendak membuang barang yang tidak diperlukan
  • Sulit mengambil keputusan
  • Mencari benda lain dari luar rumah agar bisa ditimbun
  • Merasa tertekan saat benda miliknya disentuh orang lain
  • Menyimpan barang sampai mengganggu fungsi ruangan di rumah
  • Melarang orang lain membersihkan rumahnya
  • Menjauhkan diri dari keluarga dan teman

Selain barang, penderita hoarding disorder juga bisa mengumpulkan hewan yang terlantar, tetapi tidak mengurusnya dengan benar.

Pengobatan Hoarding Disorder yang Bisa Dilakukan

Pengobatan hoarding disorder dapat diatasi dengan psikoterapi dan pemberian obat-obatan. 

1. Psikoterapi

Pada terapi perilaku kognitif, dokter akan melatih pasien untuk menahan keinginan menimbun barang dan membuang barang-barang yang ditumpuk. Terapi ini dapat melibatkan anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien.

2. Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat-obatan jika pasien menderita gangguan mental lain, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Obat-obatan yang biasanya diresepkan adalah jenis antidepresan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).

Selain psikoterapi dan obat-obatan, faktor terbaik untuk mengatasi hoarding disorder adalah dukungan dan pemahaman dari keluarga dan teman dilingkungannya.

Selain itu, belajar untuk mengelola stres dan kecemasan dapat membantu mengurangi dorongan untuk mengumpulkan barang-barang.

Dengan upaya yang konsisten dan bantuan dari profesional kesehatan mental, orang dengan hording disorder dapat mengatasi masalahnya dan kembali ke kehidupan yang lebih sehat dan produktif.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.