Hati-Hati Hoarding Disorder! Kondisi Sering Menimbun Barang Tak Terpakai

AKURAT.CO Kamu memiliki teman atau kerabat yang suka menimbun barang tak terpakai? Atau malah kamu sendiri sering melakukannya? Hati-hati, bisa jadi terkena hoarding disorder.
Apa itu Hoarding Disorder?
Hoarding disorder atau gangguan mengumpulkan barang yang merupakan kondisi sakit mental yang ditandai dengan keinginan yang kuat untuk mengumpulkan barang tak berguna, karena dianggap akan berguna di kemudian hari, bersejarah, atau memiliki nilai sentimental.
Barang yang disimpan pun bisa beragam, mulai dari buku, koran, makanan, benda kenangan, pakaian, perkakas, hingga barang bekas yang sudah kotor dan rusak.
Selain itu, pengidapnya kerap tidak merasa kalau yang dialaminya sebagai gangguan. Inilah yang membuat pengobatan ataupun penanganan menjadi sulit untuk dilakukan.
Apa Pengebab Hoarding Disorder?
Dikutip dari laman NHS, Rabu (15/3/2023), penyebab seseorang mulai menimbun atau mengalami hoarding disorder belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.
Misalnya, seseorang dengan masalah mobilitas mungkin secara fisik tidak dapat membersihkan sejumlah besar barang-barang yang mereka peroleh, dan orang yang mengalami demensia mungkin tidak dapat mengkategorikan dan membuang barang.
Masalah kesehatan mental yang terkait dengan penimbunan meliputi:
- Mengalami gangguan mental, seperti depresi, skizofrenia, dan gangguan obsesif kompulsif (OCD)
- Dibesarkan di rumah yang berantakan dan tidak pernah belajar memprioritaskan dan menyortir barang
- Memiliki keluarga yang juga menderita hoarding disorder
- Pernah ditinggalkan oleh orang yang dicintai
- Pernah mengalami kesulitan ekonomi
- Pernah mengalami kehilangan harta benda akibat kebakaran atau bencana alam
Orang-orang ini lebih cenderung:
- Hidup sendiri
- Tidak menikah
- Memiliki masa kanak-kanak yang kurang beruntung, baik karena kekurangan materi atau hubungan yang buruk dengan anggota keluarga lainnya.
Gejala Hoarding Disorder
Mulai mencari dan menyimpan barang dalam jumlah berlebihan merupakan gejala awal hoarding disorder. Penderita juga dapat menunjukkan tanda dan gejala berikut:
- Sulit membuang barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan
- Merasa cemas ketika hendak membuang barang yang tidak diperlukan
- Sulit mengambil keputusan
- Mencari benda lain dari luar rumah agar bisa ditimbun
- Merasa tertekan saat benda miliknya disentuh orang lain
- Menyimpan barang sampai mengganggu fungsi ruangan di rumah
- Melarang orang lain membersihkan rumahnya
- Menjauhkan diri dari keluarga dan teman
Selain barang, penderita hoarding disorder juga bisa mengumpulkan hewan yang terlantar, tetapi tidak mengurusnya dengan benar.
Pengobatan Hoarding Disorder yang Bisa Dilakukan
Pengobatan hoarding disorder dapat diatasi dengan psikoterapi dan pemberian obat-obatan.
1. Psikoterapi
Pada terapi perilaku kognitif, dokter akan melatih pasien untuk menahan keinginan menimbun barang dan membuang barang-barang yang ditumpuk. Terapi ini dapat melibatkan anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien.
2. Obat-obatan
Dokter dapat meresepkan obat-obatan jika pasien menderita gangguan mental lain, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Obat-obatan yang biasanya diresepkan adalah jenis antidepresan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).
Selain psikoterapi dan obat-obatan, faktor terbaik untuk mengatasi hoarding disorder adalah dukungan dan pemahaman dari keluarga dan teman dilingkungannya.
Selain itu, belajar untuk mengelola stres dan kecemasan dapat membantu mengurangi dorongan untuk mengumpulkan barang-barang.
Dengan upaya yang konsisten dan bantuan dari profesional kesehatan mental, orang dengan hording disorder dapat mengatasi masalahnya dan kembali ke kehidupan yang lebih sehat dan produktif.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai


