Waspada! 6 Kebiasaan Buruk Penggunaan Softlens Yang Wajib Diperhatikan

AKURAT.CO Softlens bisa dijadikan sebagai alat penunjang penampilan dan bagi pemilik mata minus softlens digunakan sebagai salah satu alat bantu penglihatan selain kacamata.
Namun, sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan softlens, kamu harus tahu terlebih dahulu cara merawat dan cara penggunaannya, agar kamu terhindar dari dampak buruk penggunaannya.
Kebiasaan Buruk Saat Menggunakan Softlens
1. Tidak mencuci tangan
Mata merupakan sebuah organ yang sangat sensitif. Jika ingin memakai softlens diharuskan untuk mencuci tangan, karena dari tangan menyentuh benda apapun dan tanpa disadari merupakan tempat berkembangbiaknya kuman.
Jika kamu masih memaksakan untuk tidak mencuci tangan, maka siap-siap mata kamu bisa iritasi, serta softlens yang telah dipegang akan banyak debu dan kuman yang akan hinggap dimata kamu.
2. Memakai softlens ketika tidur
Disarankan ketika kamu ingin tidur dan dalam keadaan memakai softlens, kamu harus mencopot softlens terlebih dahulu. Jangan sampai benda asing yang terdapat dalam mata tersebut kamu bawa tidur.
Kebiasaan ini sangat sering diabaikan padahal dapat berdampak buruk bagi mata. Membiarkan tidur tanpa melepas lensa kontak sepanjang malam dapat menghambat sirkulasi udara ke mata.
Akibatnya, mata menjadi kering, kemerahan, dan iritasi. Bahkan, kebiasaan ini dapat merusak kornea matamu saat kamu melepaskan lensa kontak keesokan paginya. Selain itu, lensa kontak bisa menyebabkan luka baret pada kornea karena terus bergeser selama kamu tidur.
3. Tidak mengganti lensa kontak
Melansir My Cleveland Clinic, Senin (27/2/2023), setiap jenis softlens memiliki masa pakai yang berbeda-beda. Ada yang perlu dibuang dan diganti dengan yang baru setiap hari, ada yang mingguan, ada pula yang bulanan.
Kamu harus mengikuti aturan tersebut karena setiap produk memiliki ketahanan yang berbeda-beda. Memakai lensa kontak yang sudah tidak layak berisiko melukai kornea mata karena terkena partikel lensa yang rusak.
Hal ini dapat menyebabkan iritasi bahkan kerusakan mata yang permanen. Oleh sebab itu, jangan sampai melewatkan jadwal penggantian softlens. Bila perlu, buat pengingat untuk jadwal tersebut agar tidak lupa.
4. Tidak merawat softlens dengan baik
Salah satu kesalahan besar yang dilakukan saat pakai lensa kontak adalah tidak mengikuti petunjuk penggunaan dengan teliti. Setiap produsen softlens akan menyertakan instruksi lengkap seputar cara menyimpan dan membersihkannya dengan benar.
Instruksi untuk setiap merek mungkin bisa berbeda dan kamu hanya perlu mempelajarinya. Jika mengabaikan instruksi tersebut, lensa kontakmu dapat rusak. Bahkan, kamu akan lebih rentan terhadap infeksi mata berat.
Melansir Every Day Health, Senin (27/2/2023), pastikan kamu melakukan hal-hal berikut saat merawat softlens.
- Membersihkan tangan sebelum memakainya.
- Pastikan menaruhnya di tempat khusus yang steril.
- Menggunakan cairan lensa yang sesuai dengan jenis lensa.
- Ganti cairan lensa setiap kali melakukan desinfeksi.
- Jangan gunakan cairan yang sudah kedaluwarsa.
5. Mencampur cairan pembersihnya
Saat membersihkan lensa kontak, pastikan mengganti cairannya dengan yang baru. Hindari mencampurnya dengan bekas cairan yang lama. Selain karena efektivitas cairan akan berkurang, larutan yang lama juga berisiko ditumbuhi bakteri karena sudah kotor.
Oleh karena itu, penting untuk selalu mengganti cairan lensa dengan cermat. Jangan lupa untuk membersihkan lensa kontak secara menyeluruh dengan lap khusus sebelum ditaruh di wadah cairan.
Kamu juga perlu mengganti wadah penyimpanan setiap tiga bulan sekali untuk menjaga kebersihannya.
6. Membilas menggunakan air keran
Pengguna awam pasti pernah membilas softlens menggunakan air keran, entah itu karena kehabisan air softlens atau karena tidak membawa cairan pembersih khusus.
Padahal, ini merupakan kesalahan pakai kontak lensa yang harus kamu hindari. Karena membilasnya menggunakan air keran berisiko mengkontaminasi kuman atau mikroorganisme lainnya yang menempel di keran dan mungkin terbawa oleh aliran air, salah satunya adalah parasit penyebab penyakit acanthamoeba keratitis.
Penyakit ini lebih berisiko terjadi pada pemakai lensa kontak. Meskipun terbilang langka, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan bila tidak ditangani dengan baik.
7. Digunakan berenang
Kesalahan pakai lensa kontak terakhir yang sering kali diabaikan adalah tidak melepasnya saat berenang. Seperti halnya membilas softlens dengan air keran, risiko keratitis juga mengintai bila melakukan kebiasaan ini.
Pasalnya, kontak lensa berisiko terinfeksi bakteri dari air di kolam renang yang tidak steril. Jika kamu membutuhkan lensa kontak selama berenang, segeralah melepasnya dengan tangan yang bersih begitu selesai. Buang lensa tersebut atau sterilkan selama satu malam sebelum menggunakannya kembali.
Itulah kebiasaan buruk yang bisa mengakibatkan dampak negatif bagi kesehatan mata. Jadi kamu pengguna softlens harus lebih berhati-hati. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November



