Akurat Logo

"Dibuang Sayang", Kenali Hoarding Disorder Yang Suka Nimbun Barang Tidak Guna

| 23 Februari 2023, 12:18 WIB
"Dibuang Sayang", Kenali Hoarding Disorder Yang Suka Nimbun Barang Tidak Guna

AKURAT.CO Dalam satu tahun terakhir, istilah Hoarding Disorder (HD) makin marak menjadi buah bibir. Awalnya, fenomena compulsive hoarding dikelompokkan sebagai gejala Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) dalam Diagnotics and Statitical Manual of Mental Disorders Third Edition (1980).

Sedangkan konsepnya sendiri pertama kali dipaparkan di tahun 1996 buat fenomena di mana seseorang suka mengumpulkan dan susah membuang barang yang sebenarnya tidak berguna bagi mereka.

Berikut beberapa fakta soal Hoarding Disorder (HD):

Fakta Hoarding Disorder (HD)

  • Awalnya dianggap sebagai gejala OCD
  • Dinilai sebagai gangguan sekunder untuk demensia, skizofrenia, cidera otak, autisme, dan lain-lain
  • HD merupakan subtipe dari OCD, denhaj 18-40% pengidap mempunyai gangguan ini
  • Dinilai sebagai entitas gangguan yang sepenuhnya terpisah dari gangguan lain 

Berdasarkan riset tahun 2019 yang dilakukan oleh IKEA, 60% pertengkaran keluarga antara orang tua dan anak adalah tentang barang berantakan. Kalau alasannya koleksi barang, jelas berbeda dengan Hoarding Disorder.

Berikut perbedaan Hoarder dan Collector

Hoarder Collector
Barang random Barang tertentu (spesifik)
Motivasinya karena suka/mungkin akan berguna Sulit lepas koleksi karena value dan kelangkaannya
Berantakan Tertata rapi
Sulit buang barang karena rasa kehilangan dan tertekan Motivasinya karena value dan untuk dipamerkan atau dipertunjukkan

Kalau kamu merasa mengidap Hoarding Disorder segera cari bantuan profesional dan jangan melakukan self-diagnose. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.