Akurat

Ciri Sakit Kepala, Bedakan Dengan Pusing Biasa

| 20 Februari 2023, 16:09 WIB
Ciri Sakit Kepala, Bedakan Dengan Pusing Biasa

AKURAT.CO, Sakit kepala dan pusing adalah dua gangguan yang menyerang bagian kepala. Sering disangka penyakit yang sama, ternyata keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan ini seringkali menyebabkan kerancuan karena sama-sama mengakibatkan rasa tidak nyaman pada kepala.

Rasa sakit atau pusing yang timbul di kepala kerap mengganggu aktivitas harian. Gangguan tersebut dapat menyebabkan kesulitan berpikir karena rasa sakit dan nyeri yang dihasilkan. Selain itu, pusing dan sakit kepala juga tidak bisa dianggap remeh karena bisa menyebabkan atau menandakan adanya penyakit lain dalam tubuh.

Pusing

Pusing adalah gangguan pada kepala yang menimbulkan rasa sakit seperti berputar-putar serta pandangan mata yang kabur. Gejala pusing bisa datang dan pergi secara tiba-tiba.

Berikut tanda-tanda saat mengalami pusing.

1. Seperti Berputar

Gejala umum yang biasanya terjadi adalah sensasi atau rasa berputar pada otak. Gejala ini merupakan yang umum terjadi ketika seseorang mengidap penyakit vertigo. Selain itu, pusing dengan sensasi berputar juga dapat terjadi ketika seseorang mengidap infeksi telinga bagian dalam, vestibular neuritis, migrain, dan penyakit meniere.

2. Hilang Keseimbangan

Pusing juga dapat menyebabkan tubuh menjadi hilang keseimbangan karena pikiran dan pandangan mata yang terasa bergoyang. Berbeda dengan sakit kepala, pusing dapat menyerang bagian otak yang berdekatan dengan telinga yang berfungsi agar tubuh tetap seimbang. Gangguan ini disebabkan oleh banyak hal, seperti penyakit parkinson, gangguan rangsangan telapak kaki, atau kurang jelasnya penglihatan.

3. Sensasi Hampir Pingsan

Saat seseorang sedang pusing, maka akan merasakan sensasi hampir pingsan atau justru benar-benar pingsan. Gangguan ini umumnya disebabkan oleh tekanan darah yang turun secara tiba-tiba ketika seseorang duduk dalam waktu yang lama lalu berdiri secara mendadak. Hal tersebut terjadi karena pasokan darah ke otak yang tidak cukup.

Sakit Kepala

Sakit kepala adalah gangguan pada kepala yang menyebabkan rasa nyeri serta kepala yang berdenyut. Parahnya, rasa sakit ini bisa menjalar ke organ lain yang berdekatan dengan kepala.

Sakit kepala juga dibagi menjadi dua, berikut penjelasannya.

1. Primer

Gejala yang ditimbulkan biasanya terjadi karena adanya kelainan pada kepala. Ternyata kelainan ini juga dapat disebabkan oleh gangguan pada otot, leher, pembuluh darah, hingga saraf. Sakit yang umum terjadi, seperti Tension Type Headache, Cluster Headache, dan migrain.

2. Sekunder

Berbeda dengan sakit kepala primer, gejala yang ditimbulkan sakit kepala sekunder terjadi karena adanya sakit dari organ lain yang menjalar ke kepala atau bagian otak. Beberapa gangguan yang biasa terjadi adalah akibat dari gejala sinusitis, infeksi yang terjadi pada telinga, gangguan yang berhubungan dengan gigi, gangguan penglihatan (glaukoma), dan perubahan hormon setelah mengonsumsi pil kontrasepsi.

Perbedaan pusing dan sakit kepala

Meskipun gejala yang dirasakan hampir sama, banyak orang salah memberikan anggapan yang menyebabkan salah diagnosa dan berujung pada penanganan yang salah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui perbedaan antara pusing dan sakit kepala.

Berikut perbedaan yang bisa diperhatikan.

1. Sensasi yang dirasakan

Walaupun keduanya mengganggu dan memberikan rasa tidak nyaman pada kepala, ternyata terdapat perbedaan terkait sensasi yang dirasakan.

Pusing biasanya memberikan efek berputar atau pandangan mata yang bergoyang, sehingga bisa menyebabkan tubuh kehilangan keseimbangan.

Berbeda dengan pusing, sakit kepala memberikan efek kepala yang nyeri, sakit, berdenyut, dan seperti dipukul dengan keras. Sakit kelapa bisa terasa di sebelah (samping kanan atau kiri), kedua sisi, atau di satu titik kepala tertentu.

2. Penyebab

Sakit kepala bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu primer dan sekunder. Jika primer biasanya terjadi karena adanya kelainan pada kepala seperti trauma, nyeri, dan migrain. Sementara sekunder terjadi karena penyakit yang sumbernya bukan dari kepala, seperti dehidrasi, flu, tekanan darah tinggi, dan keracunan.

Hampir mirip dengan sakit kepala sekunder, pusing juga disebabkan oleh sumber yang bukan berasal dari kepala. Selain itu, pusing sering terjadi akibat masalah pada bagian telinga dan otak yang berfungsi mengontrol keseimbangan tubuh (gangguan vestibular).

3. Cara Mengobati

Penanganan bagi kedua penyakit ini berbeda karena kondisi, gejala, dan penyebabnya pun juga berbeda. Jadi, penting bagi pasien untuk memahami perbedaan antara sakit kepala dan pusing agar pengobatan yang diberikan sesuai dan tepat.

Terkadang, baik sakit kepala atau pusing bisa sembuh dan menghilang dengan sendirinya tanpa bantuan medis. Tetapi jika dirasa semakin parah, keduanya bisa ditangani dengan berkonsultasi ke dokter dan minum obat-obatan.

Sakit kepala primer bisa disembuhkan dengan obat pereda nyeri, seperti aspirin, ibuprofen, dan acetaminophen (paracetamol). Tentunya penggunaan obat harus berdasarkan dosis yang dianjurkan agar penanganan bisa bekerja dengan baik.

Sementara itu, sakit kepala sekunder dan pusing bisa diobati dengan mencari tahu lebih jauh tentang sumber penyakit yang menyebabkan keduanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.