AKURAT.CO, Campak merupakan penyakit yang rentan menular melalui udara. Penampakan penyakit ini seperti kemerahan pada anggota tubuhmu dan biasanya akan semakin melebar jika kamu terkena udara. Salah satu jenis campak adalah campak rubella, maka dari itu, imunisasi campak rubella penting dilakukan agar tidak rentan terkena campak.
Meskipun pada dasarnya campak dan rubella adalah penyakit yang berbeda, namun, kedua penyakit ini memiliki akibat menimbulkan penyakit yang fatal jika menimpa anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.
Pasalnya, penyakit campak dan rubella ini dapat menjadi penyebab kematian pada anak-anak, dan dapat menyebabkan keguguruan atau cacat bawaan pada janin ibu hamil.
Gejala penyakit campak rubella
Di sisi lain, kamu harus tetap mewaspadai penyakit campak rubella ini dengan mengetahui ciri-ciri gejalanya
- Sakit kepala
- Sulit dibangunkan ketika tertidur
- Sulit bernapas
- Mengingau
- Terlihat pucat dan merasa lemas
Pentingnya imunisasi campak rubella
Dikutip dari beberapa sumber pada Selasa (31/12023). Ini alasan imunisasi campak rubella penting untuk kamu lakukan.
- Dapat mencegah infeksi parah
- Dapat mencegah komplikasi serius
- Dapat mencegah kematian akibat campak dan rubella
- Merangsang sistem imunitas tubuh
Walaupun kedua penyakit ini tidak ada obatnya, namun keduanya dapat dicegah dengan imunisasi campak rubella.
Dengan begitu, imunisasi campak rubella penting dilakukan. Imunisasi campak rubella termasuk dalam program imunisasi wajib pemerintah yang sudah diberikan izin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Waktu yang tepat untuk melakukan vaksin campak rubella
Untuk melakukan vaksin ini, waktu yang tepat untuk anak-anak yaitu:
- Dosis pertama dilakukan saat usia 12 sampai 15 bulan
- Dosis kedua dilakukan saat usia 4 sampai 15 tahun
Untuk melakukan vaksin ini, kamu perlu menentukan waktu yang efektif. Terdapat dua dosis yang bisa diberikan kepada orang dewasa dalam satu bulan. Kelompok orang dewasa yang disarankan yaitu:
- Wanita yang sedang merencanakan kehamilan
- Memiliki rencana untuk datang ke wilayah yang sedang terdampak wabah penyakit campak
- Petugas atau tenaga kesehatan
Hal yang harus diperhatikan ketika ingin vaksin campak rubella
-
Pastikan sedang dalam kondisi sehat
Kesehatanmu harus diperhatikan ketika ingin melakukan vaksin campak rubella. Jangan sampai kamu melakukan vaksin ketika sedang flu atau demam, karena vaksin ini dapat membuat demammu semakin tinggi.
-
Makan 2 jam sebelum imunisasi
Makan yang cukup sebelum imunisasi adalah salah satu cara agar imunisasimu berjalan dengan tenang, dan kamu tidak akan merasakan cemas hingga gemetar karena kelaparan.
-
Gunakan baju yang mudah dibuka
Pada sata imunisasi, biasanya dokter akan memintamu untuk membuka lengan bajumu untuk memberikan ruang tempat suntik. Maka dari itu, gunakanlah baju yang mudah dibuka, agar kamu tidak kesulitan ketika sudah saatnya divaksin.
Prosedur vaksin campak rubella
Dokter akan memberikan vaksin dengan dosis sebanyak 0,5 mililiter untuk satu kali suntikan. Berikut tahapannya:
- Dokter akan membersihkan bagian yang hendak disuntik memakai kapas yang sudah diberi alkohol
- Selanjutnya, dokter akan menjepit area kulit yang akan disuntik dan menyuntikkannya ke pasien
- Dokter akan kembali memberikan kain kasa yang sudah diberi alkohol pada area bekas suntikan, untuk mencegah terjadinya pendarahan.
Efek samping imunisasi atau vaksin campak rubella
Seperti imunisasi atau pemberian vaksin lainnya, pasti memiliki efek samping bagi yang melakukannya atau gejala yang ditimbulkan dari imunisasi ini. Simak di antaranya:
- Demam ringan
- Ruam kemerahan di lokasi suntikan
- Bengkak dan nyeri ringan di lokasi suntikan
Namun, tak perlu khawatir karena efek samping tersebut normalnya akan sembuh sendiri paling lama tiga hari setelah kamu melakukan imunisasi.
Itulah pentingnya imunisasi campak rubella lengkap efek sampingnya. Semoga bermanfaat!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





