Akurat

Nakes Butuh Konseling Kejiwaan

| 15 Juli 2021, 18:31 WIB
Nakes Butuh Konseling Kejiwaan

AKURAT.CO, Indonesia telah mencatatkan kasus harian Covid-19 tertinggi di dunia pada Selasa, (13/7/2021).

Berdasarkan data Satgas Covid-19, kasus positif virus Covid-19 di Indonesia bertambah 47.899 orang. Angka tersebut mengantarkan Indonesia mencetak rekor tertinggi jumalah kasus positif Covid-19 per hari selama pandemi.

Menurut data statistik Worldometer, setelah Indonesia, urutan kedua kasus positif Covid-19 terbanyak ditempati oleh Brasil dengan 45.094 kasus. Kemudian, disusul Spanyol dengan 43.960 kasus.

Sementara India yang beberapa waktu lalu mengalami lonjakan parah, berada di urutan keempat dengan 40.215 kasus.

Banyaknya kasus positif Covid-19, ditambah dengan tak pastinya kapan pandemi Covid-19 berakhir, membuat tenaga kesehatan atau nakes membutuhkan konseling kesehatan jiwa.

“Setiap hari selama 17 bulan dari bulan Maret 2020, memberikan pelayanan yang tidak berhenti kepada pasien Covid-19, tapi tidak tau kapan pandemi ini berakhir. Amat sulit bagi keadan mental nakes,” ujar Pendiri Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Dian Saminarsih, melalui konferensi pers ‘Kontribusi Bersama Dalam Penanganan Dan Penanggulangan Covid-19’ secara virtual, pada Kamis, (15/7).

“Misalnya di Puskesmas, karena dekat dengan lingkungan wilayah tempat tinggal, banyak orang yang datang dengan berbagai macam masalah dan mereka meminta bantuan ke nakes,” sambungnya.

Beban nakes pun pertambah, apabila ada rekan sesama nakes yang terkonfrimasi positf Covid-19. Hal ini membuat mereka makin panik.

“Sesuai dengan data dan fakta, pada suatu waktu ada 40 persen tim relawan Puskesmas dari CISDI positif Covid-19. Mau tidak mau, harus menjalani tugas relawan yang positif sehingga menambah beban nakes,” katanya.

Ditambah nakes juga mempunyai keterbatasan kemamapuan dalam menolong pasien Covid-19. Padahal, keinginan menolong seorang nakes sangatlah besar. Hal ini juga menambah beban mental mereka.

Bahkan saat adanya kasus kematian akibat Covid-19 di wilayah tugas nakes, mereka juga merasakan kesedihan. Tak hanya pihak keluarganya yang merasakan kesedihan.

“Ada 446 pasien isoman meninggal di suatu wilayah di bawah penanganan salah satu Puskesmas, mereka meninggal di rumah tanpa ada pertolongan. Ini juga membuat heart breaking bagi nakes tidak hanya keluarga,” ucapnya.

Ditambah ketidakseimbangan jumlah nakes dan warga, menjadi penyebab tersendiri beban nakes yang harus ditanggung.

“Di Indonesia, satu nakes Puskesmas harus memantau 3.000 warga dalam satu wilayah tugasnya. Nakes Puskesmas juga bekerja dari pagi ke pagi. Oleh karena itu, ini urgensi kenapa nakes perlu konseling kesehatan jiwa. Agar, nakes bisa mengeluarkan apa yang mereka rasakan,” lanjutnya.

Untuk itu, kamu harus sadar bahwa tak hanya kamu saja yang susah saat pandemi Covid-19. Semua anak bangsa harus tolong menolong. 

Dengan kamu tetap di rumah dan melakuakn protokol kesehatan secara ketat, baik di rumah maupun di luar rumah untuk menekan penularan Covid-19, kamu sudah mengurangi beban para nakes yang bertugas.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.