AKURAT.CO Setiap tahunnya, 30 Oktober diperingati sebagai Hari Osteoporosis Sedunia untuk meningkatkan kesadaran tentang deteksi dini, penyebab, perawatan, dan tindakan pencegahan terhadap osteoporosis.
Osteoporosis adalah penyakit tulang metabolik kronis yang umumnya menyerang wanita dan orang tua. Hal ini ditandai dengan kerapuhan tulang akibat massa tulang yang rendah, gangguan pada mikrostruktur tulang dan degradasi jaringan tulang.
Osteoporosis menjadi epidemi global karena menyebabkan penurunan kualitas hidup, beban keuangan, penyesuaian hidup, dan terkadang kecacatan. Oleh karena itu perlu diketahui bahwa faktor utama yang meningkatkan risiko osteoporosis adalah pola makan dan nutrisi, yang juga bertanggung jawab untuk pencegahannya.
Sejumlah makanan bisa menjadi penyebab tulang lemah dan perlu dibatasi untuk mencegah osteoporosis. Dilansir dari laman BoldSky, berikut makanan yang buruk untuk osteoporosis dan harus dibatasi.
Terlalu Banyak Protein
Protein menjadi nutrisi penting bagi tubuh tetapi dalam jumlah yang tinggi dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Ini bukan karena nutrisi protein tetapi karena usia tua. Orang tua tidak dapat memproses protein seefisien orang dewasa. Ini meningkatkan beban asam dalam tubuh dan menyebabkan erosi kalsium untuk menetralkan asam.
Konsumsilah protein dalam jumlah yang disarankan karena juga meningkatkan kesehatan tulang dan mencegah risiko osteoporosis.
Makanan Tinggi Garam
Makanan tinggi garam seperti pizza, kentang goreng, daging beku, dan sup kalengan memiliki kandungan natrium yang tinggi. Terlalu banyak natrium dalam makanan dapat menyebabkan ekskresi kalsium melalui urin dan keringat.
Risiko osteoporosis meningkat pada wanita pascamenopause karena asupan natrium yang tinggi.
Minuman Berkafein
Kp
Terlalu banyak kopi (lebih dari 4-5 cangkir) dalam sehari meningkatkan risiko patah tulang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asupan harian sekitar 330 mg kafein atau sama dengan 4 cangkir dapat meningkatkan risiko osteoporosis, terutama pada wanita usia antara 40-76 tahun.
Namun, kondisi tersebut dikaitkan dengan banyak faktor gaya hidup lainnya.
Sayuran Nightshade
Sayuran nightshade seperti paprika, tomat dan terong memang bergizi tetapi dapat menyebabkan peradangan atau membesar-besarkan gejala peradangan pada penyakit yang berhubungan dengan tulang.
Untuk dipertimbangkan, sifat inflamasi nightshades masih kontroversial karena juga dikenal dengan sifat anti-inflamasi.
Kelebihan Vitamin A
Sebuah penelitian berbicara tentang efek negatif retinol (suatu bentuk vitamin A) pada kepadatan mineral tulang, lumbar dan leher femoralis. Selain itu, asupan makanan atau suplemen yang berlebihan vitamin A dapat meningkatkan risiko patah tulang pinggul.
Bentuk retinol Vitamin A dapat ditemukan dalam makanan seperti hati, kuning telur, produk susu, dan suplemen makanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok





