Akurat Logo

Gangguan Sleepwalking, Berbahayakah Bagi Kesehatan?

Khaerul S | 19 Januari 2017, 10:53 WIB
Gangguan Sleepwalking, Berbahayakah Bagi Kesehatan?

Jakarta, Tidur berjalan atau sleepwalking merupakan kondisi dimana seseorang bangun dan berjalan tanpa sadar saat tengah tertidur. Umumnya gangguan tidur ini terjadi pada anak-anak, namun dalam beberapa kasus gangguan ini bisa dialami semua usia.

Sleepwalking sebenarnya tidak berbahaya kecuali bila penderita melakukan aktivitas yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. seperti berjalan keluar rumah dan turun ke jalan, melakukan aktivitas masak dengan menggunakan api, memanja keluar jendela, dan sebagainya. Apabila sleepwalking ini sudah terjadi setiap hari dan membahayakan bagi diri sendiri dan orang sekitar, perlu dilakukan konsultasi kepada dokter kejiwaan untuk mengetahui penyebab terjadinya gangguan tidur ini.

Ada beberapa hal yang menyebabkan tidur berjalan diantaranya faktor keturunan. Dikatakan, kembar identik lebih mungkin untuk berjalan dalam tidur. Begitupun jika anda memiliki orang tua, saudara, atau adik yang tidur berjalan, kemungkinan bagi anda untuk tidur berjalan akan 10 kali lebih besar daripada mereka yang berasal dari keluarga yang tidak mengidap gangguan tidur ini.

Selain itu, gangguan tidur sleepwalking juga dapat dipengaruhi faktor kurang tidur, berada di jadwal tidur yang berantakan, stress, mabuk, ataupun tengah mengkonsumsi obat seperti obat penenang hipnotik (yang membuat Anda bisa relaksasi atau tidur), neuroleptik (digunakan untuk mengobati psikosis), stimulan (yang meningkatkan aktivitas), dan antihistamin (digunakan untuk mengobati gejala alergi).

Sementara, sejumlah pakar kesehatan mengaitkan kondisi gangguan tidur tersebut dengan masalah irama jantung, demam, mulas, asma di malam hari, kejang di malam hari, apnea obstruktif (suatu kondisi di mana Anda secara singkat berhenti bernapas saat tidur), sindrom kaki gelisah, gangguan kejiwaan, misalnya gangguan stres pasca trauma, serangan panik, atau keadaan disosiatif, seperti gangguan kepribadian ganda.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A