OpenAI Akan Beri Notifikasi ke Orang Tua Jika Akun Remaja Diblokir dari ChatGPT

AKURAT.CO OpenAI menghadirkan fitur yang memberi tahu orang tua jika akun ChatGPT milik remaja diblokir karena melanggar kebijakan terkait kekerasan. Fitur ini berlaku untuk akun remaja yang terhubung dengan akun orang tua melalui parental controls.
Sebelumnya, OpenAI telah menghadirkan parental controls untuk mengawasi penggunaan ChatGPT oleh remaja. Fitur ini membuat orang tua dapat mengatur waktu penggunaan, membatasi konten sensitif, serta menerima peringatan jika sistem mendeteksi tanda-tanda keinginan menyakiti diri sendiri.
Kini, OpenAI memperluas notifikasi agar orang tua mengetahui jika anak mereka melanggar kebijakan terkait tindakan kekerasan. Jika hal itu terjadi, akun remaja tersebut akan dinonaktifkan sesuai aturan penggunaan ChatGPT.
Dalam contoh yang dibagikan, orang tua akan menerima pemberitahuan mengenai pembaruan penting pada akun anak mereka. Setelah membuka notifikasi tersebut, orang tua dapat melihat informasi bahwa akun telah dinonaktifkan karena melanggar kebijakan mengenai tindakan kekerasan.
OpenAI mengembangkan fitur ini bersama Moonshot, perusahaan yang berfokus pada pemantauan dan pencegahan kekerasan di dunia digital. Kolaborasi tersebut bertujuan membantu keluarga mengambil langkah lebih cepat ketika muncul tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
"Memberi tahu orang tua ketika muncul kekhawatiran serius, sekaligus menyediakan akses ke informasi yang lebih lengkap, merupakan langkah awal yang penting agar keluarga memiliki kesempatan untuk bertindak lebih dini dan mencari bantuan," ujar pendiri Moonshot, Vidhya Ramalingam, dalam keterangan resmi OpenAI, dikutip Minggu (19/7/2026).
OpenAI memperkenalkan pembaruan ini setelah berjanji memperkuat sistem keamanan ChatGPT. Upaya tersebut muncul setelah tersangka penembakan massal di Tumbler Ridge, British Columbia, Kanada, pada 2025 diketahui pernah menggunakan ChatGPT.
Kasus itu menjadi sorotan karena OpenAI disebut tidak memberi tahu pihak berwenang setelah memblokir akun pelaku. CEO OpenAI, Sam Altman, kemudian menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian tersebut.
Selain menghadirkan sistem notifikasi baru, OpenAI juga menambahkan akses langsung ke Study Mode melalui menu parental controls. Mode ini dirancang untuk membantu proses belajar dengan memberikan petunjuk sebelum chatbot menyampaikan jawaban.
OpenAI turut meningkatkan frekuensi pengingat waktu istirahat bagi pengguna remaja yang menghabiskan waktu lama menggunakan ChatGPT. Hal tersebut diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan menggunakan teknologi yang lebih sehat sejak dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah





