Kenapa Daging Kurban Sebaiknya Tidak Dicuci Sebelum Masuk Freezer? Ini Faktanya

AKURAT.CO Menjelang perayaan Idul Adha, masyarakat di berbagai penjuru Indonesia bersiap menerima pembagian hewan kurban berupa daging sapi, kambing, maupun domba.
Salah satu kebiasaan keliru yang masih sering dilakukan oleh banyak orang adalah mencuci bersih daging tersebut sesampainya di rumah sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
Padahal, tindakan ini sangat tidak disarankan oleh para ahli pangan karena justru berisiko merusak kualitas daging dan memicu masalah kesehatan bagi keluarga.
Alasan Mengapa Daging Kurban Tidak Boleh Dicuci
Pertanyaan mengenai kenapa daging kurban sebaiknya tidak dicuci sebelum masuk freezer sering kali memicu perdebatan di kalangan ibu rumah tangga yang mengutamakan kebersihan.
Namun, dari sudut pandang pemrosesan pangan, ada fakta ilmiah kuat yang mendasari larangan ini:
1. Memicu Penyebaran Bakteri (Cross-Contamination)
Daging kurban yang baru saja disembelih dan didistribusikan rentan ditempeli oleh berbagai mikroba atau bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Campylobacter.
Baca Juga: Jam Berapa Pengumuman SNBT 2026? Simak Cara Cek Hasil UTBK Hari Ini
Ketika Anda mencucinya di bawah air mengalir, air tersebut akan memercik ke berbagai sudut, mulai dari permukaan wastafel, talenan, pisau, hingga pakaian Anda.
Proses percikan air inilah yang menjadi jembatan bagi bakteri untuk menyebar luas ke peralatan dapur lain (kontaminasi silang), yang akhirnya bisa mencemari bahan makanan siap saji di sekitarnya.
2. Mempercepat Proses Pembusukan
Membilas daging dengan air akan meningkatkan kadar air (moisture) pada serat-serat daging.
Lingkungan yang basah dan lembap merupakan kondisi paling ideal bagi bakteri untuk berkembang biak dengan sangat cepat.
Jika daging yang basah ini langsung dimasukkan ke dalam freezer, proses pembekuan tidak akan berjalan maksimal, dan bakteri yang telanjur menggandakan diri akan merusak struktur daging sehingga menjadi cepat busuk saat dicairkan nanti.
3. Merusak Tekstur dan Kualitas Rasa (Freezer Burn)
Air yang meresap ke dalam pori-pori daging akan membeku menjadi kristal es yang tajam. Kristal es ini dapat merusak dinding sel daging, sehingga saat daging dicairkan (thawing), cairan sari daging (juice) akan ikut keluar dalam jumlah banyak.
Akibatnya, daging kurban akan kehilangan kelembapan alaminya, teksturnya menjadi lebih keras atau alot, serta aroma khas dan cita rasanya menjadi hambar saat dimasak.
Suhu dingin di dalam freezer hanya menidurkan bakteri, bukan membunuhnya. Bakteri baru akan mati sepenuhnya ketika daging dimasak pada suhu minimal 70°C.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan




