Studi Oxford Economics: McDonald’s Indonesia Dorong Pertumbuhan Lapangan Kerja Hingga 3 Kali Lipat

AKURAT.CO Sebuah studi independen dari Oxford Economics pada 2026 mengungkap bahwa operasional McDonald's Indonesia memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekosistem bisnis yang dibangun oleh McDonald’s Indonesia mampu menciptakan efek berantai terhadap lapangan kerja lintas sektor, mulai dari pertanian hingga jasa pendukung.
Dalam analisis periode April 2024 hingga Maret 2025, studi mencatat bahwa setiap 100 karyawan yang dipekerjakan secara langsung oleh McDonald’s Indonesia mampu mendukung sekitar 330 pekerjaan tambahan di sektor ekonomi lainnya.
Temuan ini menegaskan bahwa kehadiran jaringan restoran cepat saji tersebut tidak hanya berkontribusi pada sektor ritel makanan, tetapi juga memperkuat rantai ekonomi lokal secara luas.
Selain dampak ketenagakerjaan, penelitian juga menemukan adanya efek pengganda terhadap perekonomian nasional. Setiap Rp1 juta nilai ekonomi langsung yang dihasilkan McDonald’s Indonesia mampu mendorong tambahan sekitar Rp4,9 juta aktivitas ekonomi di sektor lain.
“Hasil riset kami membuktikan besarnya kontribusi McDonald’s bagi dunia usaha dan komunitas lokal di seluruh Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan waralaba, dan kemitraan dengan pemasok lokal,” ujar Stephen Foreman, Associate Director di Oxford Economics.
Kemitraan Lokal dan Peluang Kerja Gen Z Jadi Pilar Ekosistem McDonald’s
Studi tersebut juga menyoroti kuatnya keterlibatan pemasok lokal dalam rantai pasok McDonald's Indonesia.
Sekitar Rp3,8 triliun atau 86 persen dari total belanja pemasok perusahaan dialokasikan kepada mitra domestik yang mencakup sektor pertanian, peternakan, hingga manufaktur.
Sebanyak 76 persen bahan baku restoran juga berasal dari dalam negeri, termasuk ayam, sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng yang diproduksi oleh pelaku usaha lokal.
“Dari usaha skala kecil di Bali, berkat kemitraan yang berkelanjutan, kini kami dapat memperluas cakupan operasional yang melibatkan ratusan petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, serta dipercaya memasok lebih dari 50% restoran McDonald’s di Indonesia. Dampak ekonomi yang tercipta tidak hanya dirasakan kami pelaku usaha, tetapi juga oleh para petani di daerah,” jelas Made Gunada, mitra pemasok lokal McDonald’s Indonesia.
Selain memperkuat rantai pasok domestik, McDonald’s Indonesia juga berperan sebagai tempat awal karier bagi generasi muda. Dari total 11.208 karyawan langsung, sekitar 43 persen berasal dari kelompok usia 18–24 tahun, menjadikannya salah satu pintu masuk dunia kerja bagi generasi Z.
Baca Juga: Komisi VI DPR: Sertifikasi Halal untuk Produk Impor Makanan AS Tetap Berlaku
"Bagi banyak anak muda seperti saya, McDonald’s Indonesia adalah tempat pertama mengenal dunia kerja secara profesional, belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja tim. Pengalaman ini menjadi bekal penting sebelum melangkah lebih jauh dalam pengembangan karier,” ujar Nurlaila, kru restoran McD Pondok Cabe yang berusia 22 tahun.
Selain peluang kerja bagi anak muda, perusahaan juga mendorong kesetaraan gender dengan representasi karyawan perempuan mencapai 40 persen dan sekitar 44 persen posisi kepemimpinan dipegang oleh perempuan.
Michael Hartono selaku Director of Marketing, Communications, Digital, Strategy & Insight, McDonald’s Indonesia mengatakan dalam aspek sosial, pihaknya juga aktif melalui berbagai program kemasyarakatan, termasuk penyaluran donasi lebih dari Rp2,2 miliar serta distribusi lebih dari 72.000 porsi makanan kepada panti asuhan, sekolah, dan panti wreda.
Dukungan sosial tersebut juga diperluas melalui Ronald McDonald House Charities yang membantu ribuan keluarga dalam mendampingi perawatan medis anak-anak di rumah singgah.
“Selain itu, program Family Room telah melayani lebih dari 18.100 keluarga, sementara melalui Care Mobile dan Grant Immunization, lebih dari 557.000 anak di 55 daerah di Indonesia telah menerima layanan kesehatan," sebutnya.
“Kami percaya keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Ke depan, fokus kami tetap pada pertumbuhan yang inklusif, di mana setiap peluang kerja, kemitraan, dan inisiatif sosial akan terus menjadi bagian dari ekosistem yang telah kami bangun, dan tumbuh bersama keluarga besar Indonesia,” tutup Michael Hartono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 6Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 7India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 8Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi




