BPOM Pastikan Anggur Shine Muscat Aman Dikonsumsi Meski Ada Isu Residu Kimia Berbahaya

AKURAT.CO Baru-baru ini, masyarakat Indonesia dihebohkan oleh kabar adanya residu kimia berbahaya pada anggur shine muscat yang ditemukan di Thailand.
Informasi ini mencuat dari laporan dua organisasi non-pemerintah di Thailand, yaitu Thailand Pesticide Alert Network (Thai-PAN) dan Dewan Konsumen Thailand (TCC), yang mengklaim menemukan residu pestisida pada anggur tersebut melebihi batas aman.
Kabar ini meresahkan konsumen dan berdampak pada penurunan daya beli anggur shine muscat.
Menanggapi isu tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional dan Badan Karantina Indonesia untuk memberikan kepastian kepada masyarakat.
Baca Juga: BPKH Hajj Run 2024 Sukses Digelar, Tingkatkan Antusiasme Masyarakat dalam Pelaksanaan Ibadah Haji
BPOM melakukan serangkaian langkah, mulai dari penelusuran informasi, pengambilan sampel anggur yang ada di Indonesia, hingga pengujian laboratorium untuk memverifikasi keamanan produk anggur tersebut.
BPOM mengumpulkan sampel anggur shine muscat dari beberapa titik masuk utama di Indonesia, seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bandar Lampung, Makassar, Pontianak, dan Medan.
Pengambilan sampel ini dilakukan guna memastikan keamanan konsumsi anggur di pasaran, terutama karena meningkatnya permintaan untuk pengecekan.
Hasil uji residu pestisida dengan metode Gas Chromatography Tandem Mass Spectrometry (GC-MS/MS) menunjukkan bahwa tidak ada residu Chlorpyrifos yang terdeteksi.
“Berdasarkan hasil uji cepat terhadap 350 sampel anggur shine muscat oleh dinas pangan daerah, 90 persen sampel negatif dan 10 persen terdeteksi positif, tetapi dengan kadar di bawah ambang batas maksimum residu,” jelas Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional, dalam konferensi pers di Kantor Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (4/11/2024).
Baca Juga: WhatsApp Luncurkan Fitur Baru untuk Cegah Tautan Berbahaya di Percakapan
Arief menambahkan bahwa dari uji laboratorium terhadap 240 senyawa pestisida, 210 senyawa terdeteksi negatif dan 19 mengandung residu pestisida dalam kadar jauh di bawah batas maksimum residu (BMR).
Hasil ini juga menegaskan bahwa tidak ada senyawa berbahaya seperti Chlorpyrifos, yang sempat disebut dalam pemberitaan di Thailand.
Sebagai upaya menjaga keamanan pangan, BPOM mengimbau masyarakat untuk memilih dan mengonsumsi produk pangan yang aman dan berkualitas.
Masyarakat diharapkan untuk lebih teliti dan menerapkan penyimpanan pangan sesuai standar keamanan, seperti menjaga suhu, memisahkan jenis pangan, dan menjaga kebersihan agar terhindar dari kontaminasi.
BPOM juga merekomendasikan agar buah-buahan yang biasanya dikonsumsi tanpa dikupas, termasuk anggur shine muscat, dicuci terlebih dahulu dengan air mengalir untuk mengurangi kemungkinan adanya residu pestisida di permukaan buah.
Selain itu, BPOM mengingatkan para pelaku usaha—termasuk importir, distributor, dan pengecer—untuk mematuhi aturan dan standar keamanan pangan.
Pelaku usaha yang tidak mengikuti ketentuan akan dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku. BPOM menekankan bahwa setiap pelaku usaha wajib memastikan produk pangan yang dijual aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 4Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 8Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








