Akurat Logo

Bahaya Bun, Buang Minyak Jelantah Sembarangan

Iqbal Rizkyka | 27 Agustus 2022, 21:10 WIB
Bahaya Bun, Buang Minyak Jelantah Sembarangan

AKURAT.CO, Minyak goreng yang telah dikonsumsi masyarakat kemudian menjadi limbah berupa minyak jelantah atau disebut juga disebut UCO (Used Cooking Oil). 

Minyak jelantah sebagian dihasilkan oleh pemakaian minyak goreng di industri, seperti restoran, warung, kafe, hotel, pabrik yang jumlahnya sekitar 9%. 

Akan tetapi, sebagian besar minyak jelantah justru dihasilkan oleh rumah tangga terutama di daerah perkotaan, yang jumlahnya mencapai sekitar 91%.

Ditambah, sebagian besar minyak jelantah  dibuang begitu saja oleh ibu-ibu rumah tangga  ke wastafel atau tempat cuci piring, tempat sampah, selokan/got, tanah, dan sungai, sehingga mencemari lingkungan dan dapat menyebabkan banjir. 

"Jika limbah minyak jelantah dibuang langsung ke dalam wastafel maka lemaknya membuat pipa tersumbat bahkan sampai harus menjebol tembok," ujar General Manager Aplikasi j-lantah di Juanda, Jakarta Pusat pada Sabtu (27/8/2022).

"Lalu, Limbah minyak jelantah yang dibuang ke tanah ini dapat menyumbat pori-pori tanah dan mencemari air tanah," sambungnya.

Menurut Fachrul, sebagian penelitian menyebutkan bahwa 1 liter minyak jelantah dapat mencemari 1.000 liter s/d 1.000.000 liter air tanah, padahal minyak jelantah tersebut jika dikumpulkan sebenarnya dapat dimanfaatkan, yaitu salah satunya untuk menjadi bahan baku biodiesel. 

Melihat hal tersebut, PT SKM menyediakan aplikasi j-lantah bagi para User (rumah tangga, restoran, dll) dan juga Mitra j-lantah (driver online) dengan jumlah penyetoran minimal 1 liter, sehingga diharapkan minyak jelantah yang dihasilkan oleh rumah tangga tidak lagi dibuang begitu saja tapi dapat dikumpulkan untuk menjadi bahan baku biodiesel.

Tak hanya itu, bisa memberikan penghasilan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga, membuka ribuan lapangan kerja bagi mitra j-lantah, dan juga income bagi para pemilik Pool yang mengalami kesulitan ekonomi.

"Selain itu, kita juga ingin membantu masyarakat Indonesia mengurangi penggunaan minyak goreng curah yang dapat membahayakan kesehatan, yang juga bersumber dari minyak jelantah," ucapnya.

"Minyak jelantah dari rumah tangga itu bersih, jarang tercampur air dan tidak bercampur dengan oli. Untuk bau sendiri, kita tidak masalah, malahan bau bekas menggoreng dari minyak jelantah rumab tangga membuktikan bahwa minyak itu dipakai," imbuhnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.