AKURAT.CO, Baru masuk dapur pertama kali? Atau baru belajar memasak makanan khas Nusantara tapi bingung mengenali beberapa bumbu dapur tradisional seperti diantaranya adalah jahe, kunyit, lengkuas dan kencur?
Jangan khawatir. Bumbu-bumbu ini tetap punya perbedaan, kok. Yuk, mengenal keempat rempah ini dan cari tahu masakan apa saja yang bisa dibuat dari masing-masing bumbu.
Jahe
Jahe punya bentuk seperti jari-jari yang menggembung dengan warna kulit cokelat keabu-abuan yang merata. Ketika diiris, daging jahe terlihat berwarna kekuningan dengan serat lembut disertai aroma kuat agak pedas.
Jahe sering dimanfaatkan sebagai baluran ikan untuk menghilangkan amisnya, sekaligus menambah rasa pedas pada dagingnya. Selain masakan, jahe banyak digunakan untuk campuran minuman tradisional yang menyehatkan, karena punya efek menghangatkan perut dan tenggorokan.
Kunyit
Ketika diiris, daging kunyit berwarna jingga terang dan bisa memberikan warna kuning cantik pada makanan, seperti nasi kuning dan kari. Selain warna, kunyit juga digunakan untuk menambah kenikmatan masakan berkat rasanya yang sedikit pahit.
Bukan hanya untuk masakan, kunyit bisa digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi kram menstruasi dan menjaga kesehatan serta kecantikan kulit.
Bumbu yang juga dikenal sebagai kunir ini, mempunyai kulit berwarna cokelat tua dengan daging sedikit lembek yang mudah diiris atau diparut.
Lengkuas
Lengkuas atau laos mempunyai bentuk yang mirip dengan jahe, tetapi warna kulit cokelatnya tidak rata seperti jahe. Namun, daging lengkuas berwarna putih pucat dengan aroma wangi tidak terlalu menyengat seperti jahe.
Jenis rempah ini kebanyakan diparut, untuk dijadikan kremesan masakan yang digoreng seperti ayam dan empal sapi.
Kencur
Warna kulit kencur berwarna cokelat keabu-abuan. Kencur juga sering salah dikira sebagai jahe, tetapi kencur bisa dibedakan hanya dengan dilihat kok. Sebab, ukuran kencur lebih kecil dibandingkan jahe dengan jari-jari yang agak bulat beraturan.
Daging kencur pun terlihat berwarna lebih putih dengan aroma kencur yang khas, saat diiris. Rempah ini sering digunakan untuk campuran tumis sayur, seblak khas Sunda dan wedang beras kencur.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 7India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 8Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi




