Memiliki Rasa Umami, Cokelat Asli Papua Barat Ini Wajib Kamu Coba

AKURAT.CO Untuk kamu para pencinta cokelat dan tinggal di negara Indonesia, cokelat daerah mana sajakah yang pernah kamu cicipi?
Kamu perlu tahu Indonesia menduduki peringkat keenam produksi biji cokelat terbesar di dunia. Nah, salah satu produsen cokelat bean to bar, Pipiltin Cocoa, memanfaatkan kekayaan cokelat tersebut dengan resmi meluncurkan varian cokelat asli dari Papua Barat yang wajib kamu coba.
Diberi nama Cokelat Ransiki, Tissa Aunilla, pendiri sekaligus pemilik Pipiltin Cocoa, mengatakan, itu adalah nama tempat atau daerah di mana biji cokelat itu diambil.
"Pemilihan namanya Ransiki, karena kita ingin berkembang bersama. Ini panggungnya Ransiki, itu nama daerahnya, masih banyak yang belum tahu," katanya kepada AkuratTren, di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, (22/8).
Dirinya juga mengatakan, alasannya ingin mengangkat cokelat dari Papua, khususnya daerah Ransiki ini, berawal dari keinginan mencoba untuk meroasting biji cokelat tersebut.
Dari hasil roasting biji cokelat Ransiki ini, dirinya menemukan rasa yang sangat luar biasa enak dan juga memiliki rasa yang unik. Sehingga, menurutnya, cokelat asal Ransiki ini patut untuk dikenalkan lebih luas.
Memiliki konsep memperkenalkan rasa asli atau original cokelat Indonesia, cokelat Ransiki dari Pipiltin ini memiliki kadar cokelat 72 persen setiap kemasannya.
Menurutnya, cokelat Ransiki memiliki karakter rasa umami. Jadi, ketika dikonsumsi, dapat merangsang semua reseptor rasa di lidah. Sehingga menimbulkan rasa gurih, creamy, dan masih banyak lagi.
Walaupun tanpa ditambahkan susu, rasa cokelat asli dari daerah Ransiki ini seakan-akan sudah memiliki rasa susu didalamnya. Maka kamu jangan khawatir, bagi yang tidak suka pahit, karena walaupun kadar cokelatnya 72 persen, cokelat Ransiki ini tidak memiliki rasa pahit seperti dark cokelat pada umumnya.
Tidak adanya tambahan susu di dalam cokelat Ransiki ini juga dapat menjadi solusi, buat kamu yang alergi atau tidak bisa konsumsi susu.
"Karena tujuannya mendukung produk asli Indonesia, harapannya agar dapat lebih mensejahterakan petani disana, karena kita beli langsung dari petaninya, dan setiap orang yang membeli ini, 10 persennya akan disumbangkan ke koperasi petani di sana agar lebih berkembang, karena sempat berhenti," jelasnya.
"Kita dulu ketiga terbesar produksi biji cokelat, sekarang turun ke enam di dunia, karena petani nggak dapat harga layak. Jadi mereka mengubah kebunnya jadi kebun lain. Jangan sampai itu terjadi terus menerus deh," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi

