Rawon Jadi Sup Terenak Dunia Tetap Banyak yang Tidak Suka, Simak Alasannya!

AKURAT.CO Rawon, dikenal dengan kuah hitam pekatnya, baru-baru ini dinobatkan sebagai sup terenak di dunia oleh laman kuliner TasteAtlas.
Makanan khas Indonesia ini berhasil menduduki peringkat pertama dari daftar 10 sup terbaik dunia.
Mengungguli hidangan terkenal lainnya seperti ramen khas Jepang, tom kha gai dari Thailand dan tonkotsu ramen dari Jepang.
Salah satu alasan utama pemilihan rawon sebagai sup terbaik adalah penggunaan keluak sebagai bumbu utama.
Keluak, atau yang dikenal juga sebagai kacang hitam Indonesia, menjadi ciri khas rawon yang sulit ditemukan pada masakan lain.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Legendaris di Surabaya, Ada Rawon Kalkulator
Namun, keluak yang mentah mengandung racun alami sehingga membutuhkan proses fermentasi panjang agar aman dikonsumsi.
Meskipun memiliki predikat bergengsi ini, rawon ternyata tidak disukai oleh semua orang.
Perbincangan tentang hal ini mencuat di platform media sosial X melalui akun @FOODFESS pada 5 Februari 2025.
Cuitannya, yang dilengkapi foto rawon bersama nasi putih, tempe goreng dan telur asin, menyoroti keheranan mengapa banyak orang tidak menyukai rawon meskipun rasanya diakui dunia.
Unggahan tersebut memicu diskusi hangat di antara warganet, menghasilkan lebih dari 576 komentar dan 3.600 tanda suka dalam waktu singkat.
Baca Juga: Nasi Grombyang dan Rawon, 2 Sajian Mirip yang Pas Disantap Saat Cuaca Dingin
Mayoritas komentar mengungkapkan alasan pribadi mengapa rawon kurang diminati.
Seorang pengguna dengan akun @laarsaxxx berpendapat bahwa tidak semua orang mampu memasak rawon dengan baik.
"Aku merasa hanya rawon buatan ibuku yang benar-benar enak. Kalau beli di luar, sering kali kuahnya terlalu asam, rasa kluweknya terlalu dominan atau kuahnya justru tidak pekat dan hambar," tulisnya.
Pendapat serupa diutarakan oleh @momxxx, yang mengungkapkan bahwa pengalaman pertama mencicipi rawon sangat menentukan kesan terhadap makanan ini.
"Pertama kali makan rawon di acara pernikahan, rasanya kurang enak. Tapi, saat mencoba di rest area tol, ternyata enak banget," ujarnya.
Baca Juga: Awas Salah Baca! Penjual Makanan Ini Beri Nama Rawon Atkinson Lengkap dengan Fotonya
Hal ini ditambahkan pula oleh seorang warganet lain yang menyatakan bahwa sulit menemukan rawon yang dimasak dengan baik.
"Kalau masaknya gak pas, rasa rawon bisa jauh dari enak. Jadi, banyak orang yang kapok mencoba setelah pengalaman pertama yang kurang memuaskan," ungkapnya.
Terlepas dari berbagai opini tersebut, rawon tetap menjadi hidangan legendaris yang memiliki basis penggemar setia di Indonesia.
Bahkan, menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, jejak rawon telah ada sejak era Kerajaan Majapahit.
Sebagaimana tercatat dalam Prasasti Taji di Ponorogo, Jawa Timur, yang berasal dari tahun 901 Masehi.
Baca Juga: Resep Rawon, Kuliner Legendaris Khas Jawa Timur yang Gurih dan Manis!
Rawon tidak hanya sekadar makanan tetapi juga bagian dari sejarah dan warisan budaya Indonesia yang patut dibanggakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







