Jus Tomat Tawar Bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi dan Kolestrol

AKURAT.CO Hipertensi terjadi saat tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg.
Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai "the silent killer" karena sebagian besar tidak menyadarinya, karena dapat menyebabkan serangan jantung atau strok secara tiba-tiba.
Namun, jika memiliki tekanan darah tinggi, menurunkannya sekalipun sedikit saja, dapat membantu menurunkan risiko sejumlah kondisi kesehatan yang serius.
Salah satu cara termudah untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah dengan mengonsumsi segelas jus tomat tawar setiap hari.
Studi menunjukkan bahwa jus tomat tidak hanya dapat menurunkan tekanan darah, tetapi juga membantu mengelola kadar kolesterol dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Alasan mengapa jus tomat itu begitu manjur adalah kandungan kaliumnya. Kalium adalah mineral yang memiliki banyak fungsi penting dalam tubuh.
Mengonsumsi makanan dan minuman dengan kalium ini dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
Apalagi, mineral berperan dalam beberapa banyak cairan yang disimpan dalam tubuh serta banyak yang dilepaskan.
Jika tubuh menahan air, lebih banyak cairan berada dalam darah. Kondisi tersebut kemudian memberi lebih banyak tekanan pada dinding arteri hingga meningkatkan tekanan darah.
Untuk menghilangkan kelebihan cairan dari tubuh, maka diperlukan keseimbangan yang baik antara natrium dan kalium.
Bahkan bagi banyak orang, menurunkan berat badan adalah kunci untuk menurunkan tekanan darah mereka ke tingkat normal.
Jus tomat juga telah terbukti menurunkan kadar kolesterol. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Food Science and Nutrition, jus tomat secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah jika dikonsumsi secara teratur.
Untuk membuktikan efek ini, para peneliti dari Tokyo Medical and Dental University serta dari Tucson Plant Breeding Institute, mempelajari efek jus tomat tawar pada sampel 481 peserta.
Peserta yang secara teratur minum jus tomat mengalami penurunan drastis pada tekanan darah mereka setelah 12 bulan.
Dikutip dari laman Express, para peneliti dari penelitian ini melihat peningkatan yang baik pada tekanan sistolik dan diastolik, serta LDL atau kolesterol "jahat".
Selain itu, dalam hal pilihan makanan, sangat disarankan untuk mengurangi garam dan alkohol bagi penderita hipertensi dan kolestrol.
Makan lebih banyak makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran, akan berdampak positif pada tekanan darah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai




