5 Fakta Penting Karier Royke Tumilaar, Analis Kredit hingga Jadi Pemimpin 2 Bank BUMN

AKURAT.CO, Beberapa waktu lalu para pemegang saham BNI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Hasilnya, sejumlah kursi kepemimpinan BNI diisi oleh beberapa direksi dari Bank Mandiri. Salah satunya adalah di kursi direktur utama diisi oleh Royke Tumilaar.
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai fakta menarik tentang perjalanan karier Royke Tumilaar.
1. Memulai karier jadi analis kredit
Royke memulai kariernya di dunia perbankan sebagai seorang analis kredit di Bank Dagang Negara (BDN). Pria alumni Universitas Trisakti tahun 1987 dengan jurusan Ekonomi Manajemen ini sempat promosi menjadi senior professional di Tim Penyelesaian Kredit. Hingga akhirnya, Royke harus meninggalkan BDN.
2. Gabung Bank Mandiri setelah krisis moneter
Setelah krisis moneter pada tahun 1998, pria lulusan Master of Business Finance di University of Technology Sydney tahun 1999 ini bergabung dengan Bank Mandiri. Bank BUMN ini sendiri adalah gabungan dari sejumlah bank yang dilebur setelah hantaman krisis moneter, terdiri dari Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia.
3. Pegang sejumlah jabatan struktural
Beberapa tahun bekerja di Bank Mandiri, Royke dipromosikan menjadi group head regional commercial sales pada tahun 2007 hingga tahun 2010. Bahkan, pada tahun 2009, pria berusia 56 tahun tersebut merangkap jabatan sebagai komisaris Mandiri Sekuritas. Setelah menjabat selama satu tahun sebagai group head of commercial sales Jakarta, pada tahun 2011, Royke dipromosikan menjadi direktur pengelolaan perbendaharaan, institusi finansial dan pengelolaan aset khusus.
4. Direktur utama Bank Mandiri
Puncaknya, Royke dipercaya oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, untuk menjadi direktur utama Bank Mandiri pada 9 Desember 2019 silam. Sebelum menjadi direktur utama, pria kelahiran 21 Maret 1964 ini berperan sebagai direktur corporate banking. Bahkan, pada tahun 2016 silam, Royke pernah dicalonkan menjadi direktur utama, namun ketika itu Kartika Wirjoatmodjo yang terpilih.
5. Direktur Utama BNI
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar oleh para pemegang saham BNI mengumumkan pada Rabu (2/9) bahwa sejumlah kursi kepemimpinan akan diubah. Royke Tumilaar yang sebelumnya menjabat sebagai direktur utama PT Bank Mandiri kini digeser menjadi direktur utama PT Bank Negara Indonesia menggantikan Herry Sidharta.
Selain Royke, sejumlah direksi juga ikut digeser dari Bank Mandiri ke kursi kepemimpinan BNI, seperti Silvano Rumantir, direktur keuangan dan strategi Bank Mandiri, hingga Novita Widya Anggraini, senior vice president strategy & performance management Bank Mandiri.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




