Akurat Logo

5 Fakta Penting Karier Royke Tumilaar, Analis Kredit hingga Jadi Pemimpin 2 Bank BUMN

Swara Setia | 3 September 2020, 10:50 WIB
5 Fakta Penting Karier Royke Tumilaar, Analis Kredit hingga Jadi Pemimpin 2 Bank BUMN

AKURAT.CO, Beberapa waktu lalu para pemegang saham BNI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Hasilnya, sejumlah kursi kepemimpinan BNI diisi oleh beberapa direksi dari Bank Mandiri. Salah satunya adalah di kursi direktur utama diisi oleh Royke Tumilaar.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai fakta menarik tentang perjalanan karier Royke Tumilaar.

1. Memulai karier jadi analis kredit

Royke memulai kariernya di dunia perbankan sebagai seorang analis kredit di Bank Dagang Negara (BDN). Pria alumni Universitas Trisakti tahun 1987 dengan jurusan Ekonomi Manajemen ini sempat promosi menjadi senior professional di Tim Penyelesaian Kredit. Hingga akhirnya, Royke harus meninggalkan BDN.

2. Gabung Bank Mandiri setelah krisis moneter

Setelah krisis moneter pada tahun 1998, pria lulusan Master of Business Finance di University of Technology Sydney tahun 1999 ini bergabung dengan Bank Mandiri. Bank BUMN ini sendiri adalah gabungan dari sejumlah bank yang dilebur setelah hantaman krisis moneter, terdiri dari Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia.

3. Pegang sejumlah jabatan struktural

Beberapa tahun bekerja di Bank Mandiri, Royke dipromosikan menjadi group head regional commercial sales pada tahun 2007 hingga tahun 2010. Bahkan, pada tahun 2009, pria berusia 56 tahun tersebut merangkap jabatan sebagai komisaris Mandiri Sekuritas. Setelah menjabat selama satu tahun sebagai group head of commercial sales Jakarta, pada tahun 2011, Royke dipromosikan menjadi direktur pengelolaan perbendaharaan, institusi finansial dan pengelolaan aset khusus.

4. Direktur utama Bank Mandiri

Puncaknya, Royke dipercaya oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, untuk menjadi direktur utama Bank Mandiri pada 9 Desember 2019 silam. Sebelum menjadi direktur utama, pria kelahiran 21 Maret 1964 ini berperan sebagai direktur corporate banking. Bahkan, pada tahun 2016 silam, Royke pernah dicalonkan menjadi direktur utama, namun ketika itu Kartika Wirjoatmodjo yang terpilih.

5. Direktur Utama BNI

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar oleh para pemegang saham BNI mengumumkan pada Rabu (2/9) bahwa sejumlah kursi kepemimpinan akan diubah. Royke Tumilaar yang sebelumnya menjabat sebagai direktur utama PT Bank Mandiri kini digeser menjadi direktur utama PT Bank Negara Indonesia menggantikan Herry Sidharta.

Selain Royke, sejumlah direksi juga ikut digeser dari Bank Mandiri ke kursi kepemimpinan BNI, seperti Silvano Rumantir, direktur keuangan dan strategi Bank Mandiri, hingga Novita Widya Anggraini, senior vice president strategy & performance management Bank Mandiri.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.