Akurat Logo

Trump Akui Perang Iran Jadi Penyebab Kekalahan Partai Republik dalam Pemilu Kongres AS

Fitra Iskandar | 4 November 2026, 20:24 WIB
Trump Akui Perang Iran Jadi Penyebab Kekalahan Partai Republik dalam Pemilu Kongres AS

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui perang Iran ikut berkontribusi terhadap kekalahan Partai Republik dalam pemilu Kongres AS. Kenaikan harga minyak dan bahan bakar akibat konflik tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu ketidakpuasan pemilih terhadap pemerintahan Trump.

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Selasa malam hingga Rabu dini hari waktu setempat, Trump mengakui perang Iran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi buruknya hasil pemilu bagi Partai Republik.

"Iran adalah salah satu faktornya," kata Trump ketika ditanya mengenai kekalahan partainya.

Meski demikian, Trump menegaskan tidak menyesali keputusan menyerang Iran. Ia bahkan menyatakan akan kembali mengambil keputusan yang sama jika menghadapi situasi serupa.

Menurut Trump, dampak terbesar secara politik justru berasal dari lonjakan harga minyak, bukan perang itu sendiri. Konflik dengan Iran telah mendorong kenaikan harga bensin dan solar di Amerika Serikat, sehingga memicu ketidakpuasan masyarakat.

Trump Terima Hasil Pemilu, tetapi Ancam Veto Usulan Demokrat

Di tengah kekalahan Partai Republik, Trump menyatakan menerima hasil pemilu Kongres AS dan mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat atas keberhasilan mereka.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengakui Demokrat telah bekerja keras untuk meraih kemenangan tersebut. Ia juga menyatakan tidak akan mempersoalkan hasil pemungutan suara.

Trump bahkan mengaku siap bekerja sama dengan Partai Demokrat. Namun, ia memberikan peringatan bahwa pemerintahannya tidak akan ragu menggunakan hak veto jika diperlukan untuk menolak berbagai usulan dari kubu oposisi.

"Saya pikir kami akan bekerja sama dengan Demokrat dan bisa menjalin hubungan yang sangat baik. Jika itu tidak terjadi, kami akan bersikap sangat keras terhadap mereka, dan mereka juga akan bersikap sangat keras terhadap kami," ujar Trump.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.