Akurat Logo

Pegawai dan Keluarga Diplomat AS Non-Darurat Tinggalkan Arab Saudi, AS Bantah Kebijakan Berlaku di Seluruh Timur Tengah

Fitra Iskandar | 22 Oktober 2026, 11:16 WIB
Pegawai dan Keluarga Diplomat AS Non-Darurat Tinggalkan Arab Saudi, AS Bantah Kebijakan Berlaku di Seluruh Timur Tengah
Kedutaan Besar AS di UEA - AA

AKURAT.CO Amerika Serikat (AS) memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat beserta anggota keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi menyusul meningkatnya serangan kelompok Houthi yang didukung Iran. Kebijakan ini diumumkan di tengah serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd di Dammam yang menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya pada Rabu malam.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan perintah penarikan tersebut hanya berlaku bagi pegawai pemerintah AS non-darurat dan anggota keluarga mereka yang berada di Arab Saudi. Ia membantah laporan bahwa kebijakan serupa telah diberlakukan secara menyeluruh terhadap keluarga diplomat Amerika di negara-negara Teluk lainnya.

Eskalasi serangan Houthi di Arab Saudi juga berdampak pada sektor energi. Harga minyak dunia naik setelah kabar serangan di Bandara Dammam mencuat, dengan minyak mentah Brent menembus USD 110 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran USD 98 per barel.

Serangan Houthi Ganggu Operasi Bandara Dammam

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi mengonfirmasi bahwa Bandara Internasional King Fahd di Dammam menjadi sasaran serangan pada Rabu malam. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan delapan orang lainnya terluka.

Layanan pelacakan penerbangan Flightradar24 melaporkan operasional bandara dihentikan sejak sekitar pukul 23.15 waktu setempat. Gangguan tersebut menambah kekhawatiran terhadap keamanan penerbangan sipil di Arab Saudi di tengah meningkatnya konflik regional.

Sebelumnya pada hari yang sama, dua orang tewas setelah pertahanan udara Arab Saudi mencegat sebuah drone yang diduga hendak menyerang fasilitas di ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco. Informasi tersebut disampaikan Kementerian Energi Arab Saudi.

Pigott mengatakan kelompok Houthi di Yaman semakin meningkatkan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk melalui serangan terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting. Menurut dia, serangan-serangan tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan gangguan perjalanan yang serius.

Kedutaan Besar AS di Riyadh juga mengeluarkan peringatan keamanan pada Rabu mengenai kemungkinan serangan Houthi berikutnya. Peringatan tersebut menyusul serangkaian serangan mematikan sebelumnya, termasuk serangan terhadap bandara di Riyadh.

AS Bantah Tarik Keluarga Diplomat dari Seluruh Teluk

Pigott menegaskan laporan mengenai perintah penarikan keluarga diplomat AS dari seluruh kawasan Teluk tidak akurat. Ia menyatakan kebijakan resmi yang diumumkan pemerintah AS hanya mencakup Arab Saudi.

Namun, empat pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa misi diplomatik Amerika di sejumlah negara Teluk lainnya juga akan memerintahkan anggota keluarga pegawai untuk meninggalkan kawasan tersebut.

Seorang sumber diplomatik mengatakan kepada AFP bahwa keluarga diplomat di Uni Emirat Arab, Yordania, Qatar, dan Bahrain telah diminta pergi. Meski demikian, Departemen Luar Negeri AS belum mengonfirmasi laporan tersebut.

Pada Minggu, misi AS di Uni Emirat Arab telah memperingatkan bahwa permusuhan di kawasan itu berpotensi meningkat dengan cepat dan meluas melampaui wilayah yang terdampak langsung.

Perbedaan keterangan tersebut menunjukkan bahwa cakupan penarikan personel diplomatik AS di luar Arab Saudi masih belum jelas.

Sumber: National

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.