Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah Sejak 1988, Berkat Kebijakan Lula?

AKURAT.CO Deforestasi hutan Amazon di Brasil turun ke level terendah sejak pencatatan resmi dimulai pada 1988. Data satelit pemerintah Brasil menunjukkan, luas hutan Amazon yang hilang mencapai 3.335 kilometer persegi selama Agustus 2025 hingga Juli 2026. Penurunan ini menandai perkembangan penting dalam upaya Brasil menekan deforestasi dan melindungi hutan hujan tropis terbesar di dunia.
Pemerintah Brasil mengaitkan penurunan deforestasi Amazon tersebut dengan penguatan kebijakan perlindungan lingkungan di bawah Presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Sejak Lula kembali menjabat pada Januari 2023, laju kehilangan hutan Amazon dilaporkan turun 71 persen, berbalik dari lonjakan deforestasi selama pemerintahan mantan Presiden Jair Bolsonaro pada 2019–2022.
Data terbaru itu memperlihatkan dampak kebijakan pengawasan hutan, penindakan pembalakan ilegal, dan pemberian insentif bagi kegiatan ekonomi berkelanjutan. Namun, keberlanjutan penurunan deforestasi Amazon masih menghadapi tantangan, mulai dari perubahan iklim dan kebakaran hutan hingga perdebatan politik mengenai arah kebijakan lingkungan Brasil.
Strategi Lula Tekan Deforestasi Amazon
Salah satu langkah awal Lula setelah kembali menjabat sebagai presiden pada Januari 2023 adalah menghidupkan kembali Rencana Aksi Pencegahan dan Pengendalian Deforestasi di Amazon Legal, yang dikenal dengan singkatan bahasa Portugis PPCDAm.
Program tersebut pertama kali diluncurkan pada 2004, ketika Lula menjalani periode pertamanya sebagai presiden. Namun, pelaksanaannya dihentikan pada masa pemerintahan Bolsonaro.
Lula kemudian mengembalikan sejumlah pejabat lingkungan yang terlibat dalam penyusunan kebijakan tersebut. Marina Silva, yang pernah memimpin Kementerian Lingkungan Hidup Brasil sebelum mengundurkan diri pada April untuk maju sebagai calon anggota parlemen, menjadi salah satu tokoh penting dalam upaya tersebut. Mantan wakilnya, João Paulo Capobianco, kini menjabat sebagai menteri lingkungan hidup dan turut menjalankan agenda perlindungan hutan.
PPCDAm bertumpu pada empat strategi utama, yakni memperkuat pemantauan dan penegakan hukum, mengembangkan ekonomi berkelanjutan, mengelola kawasan lindung dan hutan publik, serta menggunakan regulasi dan insentif keuangan untuk mengurangi pembukaan hutan.
Pemerintah juga memulihkan penerapan sanksi terhadap pembukaan hutan ilegal yang terdeteksi melalui pemantauan satelit. Mekanisme tersebut sebelumnya dihentikan pada masa Bolsonaro dan dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk menekan deforestasi.
Selain itu, pemerintah mengusulkan pembatasan akses kredit perbankan bagi properti yang terlibat dalam deforestasi ilegal. Pendanaan juga dialokasikan kepada pemerintah daerah prioritas di kawasan Amazon yang berhasil mengurangi kehilangan tutupan hutan.
Langkah lainnya mencakup pembiayaan pemberantasan kejahatan lingkungan dan penyediaan kredit bersubsidi bagi usaha berkelanjutan di kawasan Amazon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






