Akurat Logo

Bandara Riyadh Diserang, 12 Orang Tewas dan 309 Luka-luka, Bagaimana Kondisi WNI?

Saeful Anwar | 11 Oktober 2026, 19:03 WIB
Bandara Riyadh Diserang, 12 Orang Tewas dan 309 Luka-luka, Bagaimana Kondisi WNI?
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, diserang Houthi.

AKURAT.CO Serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan 12 orang dan melukai ratusan lainnya.

KBRI Riyadh memastikan hingga Minggu (11/10/2026) belum menerima laporan adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia maupun terluka dalam insiden tersebut.

KBRI Riyadh menyebut informasi mengenai kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih dalam proses konfirmasi.

Perwakilan Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan kondisi seluruh WNI yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Sampai rilis ini dibuat, tidak ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan Warga Negara Indonesia di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut,” demikian keterangan KBRI Riyadh yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Berdasarkan data Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA), 12 orang meninggal dunia dalam serangan tersebut.

Korban terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Sementara itu, 309 orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk sejumlah korban yang berada dalam kondisi kritis. Para korban telah dibawa dan mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di Riyadh.

Besarnya jumlah korban membuat KBRI meningkatkan pemantauan terhadap keberadaan WNI di wilayah terdampak.

KBRI menyatakan akan terus berkomunikasi dengan pemerintah Arab Saudi dan melakukan pengecekan ke sejumlah rumah sakit untuk memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban.

Data Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mencatat sekitar 581.000 WNI berada di Arab Saudi.

Jumlah tersebut terdiri atas 351.070 pemegang izin tinggal (iqamah) serta 229.350 orang yang berstatus pengunjung atau peziarah.

Baca Juga: Bandara Riyadh Diserang Houthi, Trump Buka Opsi AS Turun Tangan

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.