India Balas Pakistan di PBB soal Kashmir, Tuduh Islamabad Sebarkan Kebohongan

AKURAT.CO India melontarkan kecaman keras terhadap Pakistan dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menuduh Islamabad menyebarkan kebohongan mengenai Jammu dan Kashmir. Dalam sidang Komite Keempat Majelis Umum PBB pada Jumat, India menegaskan bahwa wilayah yang disengketakan tersebut merupakan bagian integral dan tidak terpisahkan dari India.
Pernyataan itu disampaikan anggota parlemen India, Mahima Kumari Mewar, dalam hak jawab setelah Pakistan menyampaikan pernyataannya di forum yang membahas persoalan politik khusus dan dekolonisasi. New Delhi menilai Pakistan telah menyalahgunakan forum internasional untuk menyebarkan informasi yang tidak benar mengenai wilayah Jammu dan Kashmir.
“Patut disayangkan bahwa Pakistan terus menyalahgunakan forum terhormat ini dengan menyebarkan kebohongan dan informasi palsu tentang Wilayah Persatuan Jammu dan Kashmir di India,” kata Mewar.
India Serang Rekam Jejak Politik Pakistan
Dalam tanggapannya, Mewar juga mengkritik rekam jejak politik Pakistan. Ia menyinggung sejarah pemerintahan militer, pemilu yang dinilai tidak demokratis, penahanan pemimpin terpilih, ekstremisme agama, serta tuduhan dukungan terhadap terorisme sebagai instrumen kebijakan negara.
Mewar menyatakan negara dengan rekam jejak seperti itu seharusnya tidak memberikan ceramah kepada negara lain melalui forum internasional.
Pernyataan tersebut memperlihatkan kembali tajamnya perselisihan diplomatik India dan Pakistan, terutama mengenai status Jammu dan Kashmir yang selama puluhan tahun menjadi sumber konflik kedua negara.
Jammu dan Kashmir Kembali Jadi Sorotan PBB
India menegaskan bahwa Jammu dan Kashmir akan selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari wilayahnya. Penegasan itu disampaikan dalam Komite Keempat Majelis Umum PBB, yang antara lain menangani isu politik khusus dan dekolonisasi.
Perselisihan mengenai Kashmir telah lama membayangi hubungan India dan Pakistan. Kedua negara sama-sama menguasai sebagian wilayah Kashmir, tetapi mengklaim wilayah tersebut secara keseluruhan.
Pertukaran pernyataan di PBB ini kembali menunjukkan bahwa persoalan Kashmir bukan hanya menjadi sengketa teritorial, tetapi juga medan persaingan diplomatik antara New Delhi dan Islamabad di panggung internasional.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 5Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara





