Petugas ICE Tembak Seseorang di Austin, Texas, Tuntutan Investigasi Independen Menguat
AKURAT.CO Seorang petugas US Immigration and Customs Enforcement (ICE) menembak dan melukai satu orang di North Austin, Texas, pada Minggu pagi waktu setempat. Insiden tersebut memicu desakan dari sejumlah pejabat federal agar dilakukan investigasi independen serta publikasi rekaman kamera tubuh (body camera) petugas.
Penembakan terjadi di kawasan 7000 blok West Anderson Lane, dekat US Route 183, menurut laporan media lokal KVUE News yang mengutip sejumlah pejabat negara bagian dan pemerintah daerah. Korban segera dievakuasi oleh tim medis ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Hingga kini, otoritas belum mengungkap identitas, kewarganegaraan, maupun kondisi medis terbaru korban. Penyebab yang memicu penembakan juga masih dalam penyelidikan.
Anggota Dewan Kota Austin Mike Siegel mengatakan korban diduga tertembak di bagian punggung berdasarkan informasi yang diterimanya dari kepolisian setempat. Namun, rincian resmi mengenai kronologi kejadian belum dipublikasikan.
Desakan Rilis Rekaman Body Camera
Insiden ini langsung mendapat sorotan dari anggota Kongres Amerika Serikat, Greg Casar, yang menyerukan penyelidikan independen terhadap tindakan petugas ICE.
Melalui platform X, Casar menyatakan bahwa Austin kini menghadapi peristiwa yang mengkhawatirkan dan menuntut pemerintah segera merilis rekaman body camera serta meminta pertanggungjawaban apabila ditemukan pelanggaran hukum oleh petugas.
Senada dengan itu, anggota Kongres Joaquin Castro mengecam keras operasi ICE di Texas. Ia menilai kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump telah meningkatkan risiko bagi masyarakat, sekaligus menyebut Gubernur Texas Greg Abbott turut bertanggung jawab atas situasi tersebut. Castro juga mendesak transparansi penuh melalui publikasi rekaman kamera tubuh petugas.
Penembakan ICE Kembali Jadi Sorotan
Peristiwa di Austin menambah daftar insiden bersenjata yang melibatkan personel ICE sejak gelombang penegakan hukum imigrasi diperluas pada awal 2025.
Salah satu kasus yang paling menyita perhatian terjadi di Minneapolis pada Januari 2025, ketika dua warga Amerika Serikat, Renee Good dan Alex Pretti, tewas ditembak oleh petugas federal. Insiden tersebut memicu demonstrasi di berbagai kota di Amerika Serikat.
Kasus serupa juga dilaporkan terjadi dalam operasi penegakan hukum di Franklin Park, Illinois, pada September 2025, serta dalam penghentian kendaraan di Houston, Texas, dan Biddeford, Maine, pada Juli tahun yang sama.
Sampai berita ini ditulis, ICE maupun aparat penegak hukum federal belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penyebab penembakan di Austin maupun status hukum petugas yang terlibat.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia




