Drone Israel Hantam Jenin, 3 Warga Palestina Tewas dan Jenazah Ditahan Militer

AKURAT.CO Tiga warga Palestina tewas dalam serangan drone Israel yang menghantam sebuah rumah setengah jadi di Kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki, pada Jumat. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan militer Israel juga menahan ketiga jenazah korban setelah serangan tersebut.
Korban diidentifikasi sebagai Qais Bitawi (22), Basel Turkman (26), dan Moamen Jaradat (22). Informasi itu diperoleh Kementerian Kesehatan Palestina dari Otoritas Urusan Sipil Palestina, lembaga penghubung resmi antara Palestina dan Israel.
Serangan terjadi di kawasan Harsh al-Saada, Jenin bagian barat, dan menghantam sebuah rumah yang masih dalam tahap pembangunan. Insiden ini menjadi serangan udara pertama Israel di Kota Jenin dalam hampir 10 bulan terakhir.
Sejumlah ambulans Bulan Sabit Merah Palestina langsung menuju lokasi, namun akses tim medis sempat dihalangi pasukan Israel yang mengerahkan kendaraan militer di sekitar area serangan.
“Tentara Israel menahan kru ambulans kami setelah mereka tiba di rumah yang menjadi sasaran,” kata Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataannya.
Organisasi tersebut kemudian menyatakan para petugas medis dibebaskan, tetapi diminta meninggalkan lokasi tanpa diizinkan mengevakuasi korban tewas maupun korban luka.
Militer Israel menyatakan pesawat tempurnya melakukan serangan presisi terhadap sejumlah orang di Jenin. Dalam pernyataan lanjutan, militer mengklaim telah “menyingkirkan” tiga orang, termasuk Qais Bitawi yang disebut sebagai anggota Hamas.
Namun, pihak Israel tidak mengungkap identitas dua korban lainnya maupun memberikan rincian lebih lanjut mengenai hasil operasi tersebut.
Tepi Barat mengalami lonjakan operasi militer Israel dan serangan pemukim sejak perang di Jalur Gaza pecah pada Oktober 2023. Eskalasi tersebut diikuti perluasan pos-pos permukiman ilegal, pembatasan pergerakan warga Palestina, serta meningkatnya pengungsian di berbagai wilayah.
Operasi militer Israel di Jenin dan kamp pengungsinya telah berlangsung sejak Januari 2025, menyebabkan ribuan warga Palestina mengungsi dan menimbulkan kerusakan luas pada rumah serta infrastruktur sipil.
Serangan terbaru ini terjadi sekitar 60 hari menjelang pemilihan Knesset Israel pada 27 Oktober, ketika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terus menonjolkan operasi militer di wilayah Palestina sebagai bagian dari upayanya memperkuat dukungan pemilih sayap kanan dan kanan ekstrem di tengah tekanan politik terhadap Partai Likud.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja





