Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem

AKURAT.CO Kota Tua Yerusalem yang menjadi rumah bagi situs-situs suci Yudaisme, Kristen, dan Islam menghadapi peningkatan ketegangan antaragama. Sejumlah insiden intimidasi dan kekerasan terhadap komunitas keagamaan dilaporkan terjadi di kawasan tersebut.
Keseimbangan yang selama ini dipertahankan di antara komunitas Yahudi, Kristen, dan Muslim semakin tertekan seiring meningkatnya pengaruh kelompok ekstremis Yahudi. Para pengkritik menilai situasi tersebut diperburuk oleh sikap pemerintah Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, termasuk sejumlah partai sayap kanan dalam koalisi pemerintah.
Kekhawatiran terbesar kini muncul karena ketegangan tidak hanya berpotensi mengancam kehidupan warga, tetapi juga dapat memengaruhi keberadaan dan keamanan situs-situs suci tiga agama.
Pelecehan terhadap Komunitas Kristen Meningkat
Christian Quarter atau kawasan Kristen menjadi salah satu titik yang paling terlihat mengalami ketegangan antaragama.
Menurut Religious Freedom Data Center (RFDC), kelompok masyarakat sipil Israel yang memantau kebebasan beragama, terdapat 83 kasus pelecehan terhadap umat Kristen yang dilaporkan sepanjang April hingga Juni tahun ini.
Dari jumlah tersebut, 47 kasus berupa tindakan meludah, sementara delapan kasus lainnya merupakan pelecehan verbal.
Ancaman tersebut bahkan dialami secara langsung oleh sejumlah biarawati yang tinggal dan beraktivitas di Kota Tua Yerusalem.
Ketika seorang reporter mendampingi para biarawati pulang melalui kawasan Kota Tua pada 4 Agustus, seorang remaja laki-laki Yahudi dilaporkan meludah ke arah mereka.
Seorang biarawati asal Afrika mengatakan situasi tersebut membuat komunitasnya merasa semakin cemas.
"Setelah seorang biarawati Prancis diserang pada April, semua orang menjadi cemas. Karena itu, para relawan mulai mendampingi kami," katanya.
Biarawati Rusia Dilempari Batu
Kekhawatiran kembali meningkat setelah lima dari enam laki-laki Yahudi yang melempari biarawati Rusia di dalam sebuah bangunan biara di Armenian Quarter pada 2 Agustus dilaporkan masih berusia di bawah umur.
Insiden tersebut menambah daftar tindakan yang dianggap sebagai ekspresi permusuhan terhadap komunitas Kristen.
Menurut pengamat, sebagian pelaku berasal dari kelompok ekstremis Yahudi yang memiliki pemahaman terbatas mengenai sejarah dan hubungan antaragama. Perilaku tersebut juga dikhawatirkan ditiru oleh remaja.
Sejumlah gereja bahkan mulai mengambil langkah untuk mengurangi perhatian publik terhadap keberadaan mereka. Kekhawatiran terhadap kemungkinan menjadi sasaran kelompok ekstremis membuat beberapa gereja berusaha tidak terlalu menonjolkan simbol-simbol keagamaan, termasuk salib.
Al-Aqsa Juga Jadi Titik Ketegangan
Tekanan serupa juga dirasakan komunitas Muslim di sekitar Masjid Al-Aqsa, salah satu situs paling suci dalam Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








