AS Tegaskan Prioritas Utama Perang: Harga Minyak dan Gas Murah untuk Warga Amerika

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa menjaga harga minyak dan gas tetap murah bagi masyarakat Amerika menjadi prioritas utama Washington dalam perang yang sedang berlangsung. Pencegahan Iran memperoleh senjata nuklir ditempatkan sebagai prioritas berikutnya.
Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan Fox News pada Jumat. Ia menyoroti penurunan harga minyak setelah sebelumnya melonjak pada hari-hari awal konflik.
"Saya tahu harga minyak turun hari ini dan jauh lebih rendah dibandingkan titik tertingginya pada hari-hari awal konflik," ujar Vance.
Harga Energi Jadi Prioritas Utama AS
Vance secara tegas menyebut menjaga harga minyak dan gas tetap terjangkau sebagai "goal number one" atau tujuan nomor satu pemerintah AS.
"Tujuan nomor satu adalah menjaga harga minyak dan gas tetap murah bagi warga Amerika di seluruh negeri," kata Vance.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dampak konflik terhadap pasar energi dan biaya hidup menjadi perhatian besar pemerintahan AS.
Harga minyak memiliki pengaruh langsung terhadap harga bahan bakar kendaraan, biaya transportasi, serta berbagai sektor ekonomi yang bergantung pada energi. Kenaikan harga minyak global juga berpotensi meningkatkan tekanan inflasi bagi konsumen Amerika.
Iran Tak Boleh Memiliki Senjata Nuklir
Setelah memastikan harga energi tetap rendah, Vance mengatakan prioritas berikutnya adalah mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir.
"Dan kemudian, tentu saja, tujuan nomor dua adalah memastikan Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir," ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa program nuklir Iran tetap menjadi salah satu kepentingan strategis utama Washington dalam konflik tersebut.
Namun, urutan prioritas yang disampaikan Vance menarik perhatian karena stabilitas harga energi bagi masyarakat AS ditempatkan di atas upaya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Harga Minyak Sempat Melonjak di Awal Konflik
Menurut Vance, harga minyak sempat mencapai level tinggi pada hari-hari pertama konflik sebelum kemudian mengalami penurunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji
- 10Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan







