Trump Optimistis Kesepakatan Selat Hormuz Segera Tercapai, Harapan Perdamaian dengan Iran Menguat

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimistis kesepakatan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dapat tercapai dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan di tengah laporan bahwa Iran dan Oman semakin mendekati kesepakatan untuk memulihkan jalur pelayaran strategis tersebut, yang dinilai dapat menjadi langkah penting menuju meredanya konflik di Timur Tengah.
Berbicara kepada wartawan saat berada di California pada Selasa (4/8/2026) malam waktu setempat, Trump mengatakan pengumuman terkait Selat Hormuz bisa dilakukan dalam satu atau dua hari.
"Bisa saja terjadi. Besok atau lusa. Banyak kemajuan telah dicapai."
Optimisme tersebut langsung memengaruhi pasar energi global. Harga minyak mentah Brent tercatat turun sekitar 1,2 persen menjadi 78,43 dolar AS per barel pada perdagangan awal Rabu (5/8/2026), seiring meningkatnya harapan bahwa kapal-kapal tanker kembali dapat melintasi Teluk Persia secara normal.
Menurut laporan Associated Press yang mengutip dua pejabat kawasan, rancangan kesepakatan antara Iran dan Oman mengatur kapal memasuki Teluk Persia melalui jalur yang berada di bawah pengawasan Iran dan keluar melalui jalur yang dikelola Oman. Dalam skema tersebut, kapal akan dikenai biaya layanan yang diklaim digunakan untuk keamanan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim.
Namun, pembahasan masih berlangsung dan bentuk akhir kesepakatan belum dipastikan.
Sebelumnya, pemerintahan Trump menolak segala bentuk kesepakatan yang memberikan kendali penuh kepada Iran atas Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu titik pelayaran paling strategis di dunia karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melewatinya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membenarkan adanya pembicaraan dengan Oman. Ia menyebut negosiasi difokuskan pada pembentukan jalur pelayaran yang aman tanpa mengabaikan kepentingan keamanan nasional kedua negara.
"Hasil akhir dari negosiasi ini akan diumumkan setelah pembicaraan selesai."
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengakui adanya kemajuan dalam pembicaraan, meski belum mencapai kesepakatan final. Hal senada disampaikan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menilai peluang tercapainya kesepakatan semakin besar.
Di sisi lain, Qatar turut berupaya memainkan peran sebagai mediator. Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dilaporkan melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Trump untuk membahas berbagai langkah diplomatik yang dapat membuka jalan menuju penyelesaian konflik.
Meski demikian, situasi keamanan di kawasan masih belum sepenuhnya kondusif. Sebuah kapal dagang berbendera India tenggelam di Laut Merah setelah diserang kapal kecil bermuatan bahan peledak. Selain itu, sebuah kapal kargo juga melaporkan terkena proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









