Gencatan Senjata Gaza Dipertanyakan, Rekonstruksi Mandek dan Serangan Israel Terus Berulang

AKURAT.CO Harapan untuk membangun kembali Gaza kembali menghadapi ketidakpastian. Rencana besar yang sebelumnya diharapkan mampu mendorong pemulihan wilayah Palestina itu kini dilaporkan menyusut menjadi proyek hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan gambaran futuristik Gaza yang pernah dipromosikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pada Februari 2025, Trump mengunggah gambaran berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan Gaza sebagai kawasan modern dengan gedung-gedung pencakar langit dan fasilitas hiburan. Gambaran tersebut memicu kritik di dunia Arab dan berbagai negara lainnya.
Namun, situasi Gaza saat ini justru menunjukkan betapa jauhnya visi tersebut dari kenyataan.
Rencana Besar Rekonstruksi Gaza Menyusut
Pekan ini, Board of Peace yang dipimpin Amerika Serikat dilaporkan mulai mengurangi ambisi awal terkait pembangunan kembali Gaza.
Alih-alih menjalankan proyek rekonstruksi besar-besaran, rencana yang kini mengemuka lebih sederhana. Salah satunya adalah pembangunan hunian sementara menggunakan kabin portabel untuk warga Palestina yang kehilangan rumah di sekitar Rafah.
Sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan proyek itu kemungkinan belum akan berjalan dalam waktu dekat. Pembangunan diperkirakan baru dapat dimulai pada akhir tahun ini, kemungkinan setelah pemilihan umum Israel pada Oktober.
Perubahan tersebut dinilai mengurangi optimisme yang sebelumnya muncul terhadap kemampuan Board of Peace dalam mendorong pemulihan Gaza secara nyata.
Rencana rekonstruksi yang awalnya diharapkan menjadi simbol kebangkitan Gaza kini justru menghadapi persoalan politik dan keamanan yang belum terselesaikan.
Lebih dari 1.000 Warga Palestina Tewas
Di tengah ketidakpastian rekonstruksi, kekerasan di Gaza juga belum benar-benar berhenti.
Lebih dari 1.000 warga Palestina dilaporkan tewas sejak gencatan senjata dengan Israel pada Oktober 2025. Angka tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai apakah gencatan senjata masih benar-benar berjalan atau hanya menjadi kesepakatan yang rapuh.
Dalam serangan terbaru, serangan udara Israel dilaporkan menewaskan satu keluarga yang terdiri dari enam orang di Gaza City. Rumah keluarga tersebut juga terbakar akibat serangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja




