Akurat Logo

Trump Kembali Tuai Kritik, Nancy Pelosi Sebut AS Diseret Lagi ke Perang Iran

Lufaefi | 10 Juli 2026, 10:00 WIB
Trump Kembali Tuai Kritik, Nancy Pelosi Sebut AS Diseret Lagi ke Perang Iran
Presiden AS Donald Trump (istimewa)

AKURAT.CO Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melanjutkan operasi militer terhadap Iran kembali menuai kritik dari kalangan politik dalam negeri. Mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi menilai kebijakan tersebut berpotensi menyeret Washington ke konflik yang lebih luas dan berkepanjangan di Timur Tengah.

Pelosi menyampaikan kritiknya setelah pemerintahan Trump memerintahkan serangan udara baru ke sejumlah target di Iran. Gedung Putih menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz serta pelanggaran nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya disepakati kedua negara.

Menurut Pelosi, langkah tersebut tidak hanya memperburuk situasi keamanan kawasan, tetapi juga mengabaikan peran Kongres dalam menentukan kebijakan perang Amerika Serikat.

Baca Juga: Pesawat Militer AS Tingkatkan Aktivitas di Sekitar Iran, Ketegangan Kawasan Kembali Memanas

"Setelah gagal mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan atau mencapai tujuan yang dinyatakannya, dia sekali lagi menyeret kita kembali ke perang yang berbahaya dan ilegal dengan Iran," kata Pelosi dalam pernyataannya, Jumat (10/7).

Pelosi juga menilai keputusan Presiden Trump bertentangan dengan sikap Kongres yang sebelumnya mendorong penghentian konflik bersenjata. Ia mengingatkan bahwa eskalasi militer berisiko membahayakan personel militer AS sekaligus menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, perang yang berkepanjangan dapat meningkatkan harga bahan bakar, memperbesar beban anggaran negara, serta membebani keluarga pekerja di Amerika Serikat.

Di sisi lain, Gedung Putih mempertahankan kebijakan tersebut. Pemerintah AS menegaskan bahwa serangan militer merupakan respons terhadap tindakan Iran yang dinilai melanggar kesepakatan bilateral serta mengancam keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, salah satu rute distribusi minyak terpenting di dunia.

Pemerintah AS menyebut operasi militer dilakukan untuk menjaga stabilitas kawasan dan melindungi kepentingan pelayaran internasional setelah meningkatnya ancaman terhadap kapal-kapal komersial.

Meski demikian, kritik terhadap kebijakan luar negeri Presiden Trump terus bermunculan dari berbagai kalangan di Amerika Serikat. Sejumlah politisi dan pengamat menilai pendekatan militer berpotensi memperluas konflik di Timur Tengah dan seharusnya penyelesaian sengketa lebih diutamakan melalui jalur diplomasi.

Baca Juga: Israel Kembali Ledakkan Wilayah Lebanon Selatan, Ketegangan Memanas Jelang Perundingan di Roma

Pernyataan Pelosi menjadi salah satu kritik paling keras terhadap kebijakan terbaru pemerintahan Trump, di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi