Trump Kembali Tuai Kritik, Nancy Pelosi Sebut AS Diseret Lagi ke Perang Iran

AKURAT.CO Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melanjutkan operasi militer terhadap Iran kembali menuai kritik dari kalangan politik dalam negeri. Mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi menilai kebijakan tersebut berpotensi menyeret Washington ke konflik yang lebih luas dan berkepanjangan di Timur Tengah.
Pelosi menyampaikan kritiknya setelah pemerintahan Trump memerintahkan serangan udara baru ke sejumlah target di Iran. Gedung Putih menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz serta pelanggaran nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya disepakati kedua negara.
Menurut Pelosi, langkah tersebut tidak hanya memperburuk situasi keamanan kawasan, tetapi juga mengabaikan peran Kongres dalam menentukan kebijakan perang Amerika Serikat.
Baca Juga: Pesawat Militer AS Tingkatkan Aktivitas di Sekitar Iran, Ketegangan Kawasan Kembali Memanas
"Setelah gagal mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan atau mencapai tujuan yang dinyatakannya, dia sekali lagi menyeret kita kembali ke perang yang berbahaya dan ilegal dengan Iran," kata Pelosi dalam pernyataannya, Jumat (10/7).
Pelosi juga menilai keputusan Presiden Trump bertentangan dengan sikap Kongres yang sebelumnya mendorong penghentian konflik bersenjata. Ia mengingatkan bahwa eskalasi militer berisiko membahayakan personel militer AS sekaligus menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, perang yang berkepanjangan dapat meningkatkan harga bahan bakar, memperbesar beban anggaran negara, serta membebani keluarga pekerja di Amerika Serikat.
Di sisi lain, Gedung Putih mempertahankan kebijakan tersebut. Pemerintah AS menegaskan bahwa serangan militer merupakan respons terhadap tindakan Iran yang dinilai melanggar kesepakatan bilateral serta mengancam keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, salah satu rute distribusi minyak terpenting di dunia.
Pemerintah AS menyebut operasi militer dilakukan untuk menjaga stabilitas kawasan dan melindungi kepentingan pelayaran internasional setelah meningkatnya ancaman terhadap kapal-kapal komersial.
Meski demikian, kritik terhadap kebijakan luar negeri Presiden Trump terus bermunculan dari berbagai kalangan di Amerika Serikat. Sejumlah politisi dan pengamat menilai pendekatan militer berpotensi memperluas konflik di Timur Tengah dan seharusnya penyelesaian sengketa lebih diutamakan melalui jalur diplomasi.
Baca Juga: Israel Kembali Ledakkan Wilayah Lebanon Selatan, Ketegangan Memanas Jelang Perundingan di Roma
Pernyataan Pelosi menjadi salah satu kritik paling keras terhadap kebijakan terbaru pemerintahan Trump, di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan




