Akurat Logo

Kerusuhan Besar di Afrika Selatan! Protes Imigran Ilegal Berujung Bentrok, 4 Orang Tewas

Fitra Iskandar | 1 Juli 2026, 10:47 WIB
Kerusuhan Besar di Afrika Selatan! Protes Imigran Ilegal Berujung Bentrok, 4 Orang Tewas
Kerusuhan di Afsel. Foto: Skynews

AKURAT.CO Gelombang demonstrasi besar yang menuntut penindakan terhadap imigran ilegal berubah menjadi kerusuhan di berbagai kota di Afrika Selatan. Bentrokan, aksi penjarahan, dan vandalisme dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, sementara sedikitnya empat orang tewas dalam insiden tersebut.

Pemerintah Afrika Selatan mengerahkan ribuan personel kepolisian untuk mengamankan situasi setelah aksi protes meluas pada Selasa waktu setempat.

Demonstrasi dipicu oleh tenggat waktu yang ditetapkan sejumlah kelompok pengunjuk rasa agar para imigran yang berada di negara itu secara ilegal segera meninggalkan Afrika Selatan. Meski pemerintah menolak ultimatum tersebut, aksi massa tetap berlangsung dan di beberapa lokasi berujung ricuh.

Massa Tuding Imigran Rebut Lapangan Kerja

Ribuan demonstran, yang sebagian besar berasal dari kalangan berpenghasilan rendah dan pengangguran, menyuarakan kekhawatiran bahwa imigran ilegal mengambil peluang kerja dengan menerima upah lebih murah dibanding pekerja lokal.

Sebagian peserta aksi juga menuding meningkatnya kriminalitas berkaitan dengan masuknya migran secara ilegal. Namun, hubungan langsung antara imigrasi dan tingkat kejahatan masih menjadi perdebatan dan tidak dapat digeneralisasi tanpa bukti yang kuat.

Kerusuhan kali ini disebut sebagai gelombang aksi terkait isu migrasi terbesar sejak kekerasan antiimigran yang mengguncang Afrika Selatan pada 2008.

Penjarahan dan Pengusiran Dilaporkan Terjadi

Sejumlah toko dan properti dilaporkan menjadi sasaran perusakan dan penjarahan di berbagai kota.

Mengantisipasi meluasnya kerusuhan, banyak pemilik usaha memilih menutup tokonya, sementara sebagian pekerja asing memutuskan tidak masuk kerja demi alasan keamanan.

Di Durban dan Johannesburg, sejumlah saksi mengaku melihat pengusiran penyewa asing dari tempat tinggal mereka oleh pemilik properti karena khawatir menjadi sasaran amuk massa.

Laporan juga menyebut sekitar 100 warga negara Republik Demokratik Kongo terpaksa tidur di jalanan di Durban setelah meninggalkan tempat tinggal mereka.

Polisi Gunakan Peluru Karet

Meski sebagian demonstrasi berlangsung damai, aparat keamanan mengonfirmasi telah menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat penjarahan.

Polisi juga melepaskan peluru karet untuk membubarkan massa di beberapa titik.

Di kawasan Soweto, sejumlah gubuk milik warga asing dilaporkan dijarah. Sementara di Thembisa, pinggiran Johannesburg, massa melempari polisi dan orang-orang yang diduga merupakan migran. Saksi mata juga melaporkan terdengar suara tembakan di lokasi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.