Jepang Batasi Wisata ke Pemandian Monyet Salju, Ulah Turis Dinilai Sudah Kelewatan

AKURAT.CO Pemerintah pengelola kawasan wisata pemandian monyet salju (snow monkeys) di Jepang mulai memperketat aturan kunjungan setelah lonjakan wisatawan memicu berbagai pelanggaran yang dinilai mengganggu satwa liar.
Mulai Agustus mendatang, wisatawan yang ingin mengunjungi Jigokudani Yaen-Koen Park diwajibkan memesan tiket secara daring. Selain itu, pengelola juga tengah mempertimbangkan pembatasan jumlah pengunjung menjadi maksimal 2.000 orang per hari.
Langkah tersebut diambil menyusul membludaknya wisatawan, yang pada hari-hari tertentu mencapai 4.000 orang dalam sehari. Sebagian besar pengunjung berasal dari luar Jepang.
Perwakilan pengelola taman mengungkapkan antrean panjang di loket tiket sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
"Kami mengalami antrean pengunjung yang sangat panjang di luar loket tiket," ujar perwakilan taman.
Namun, persoalan tidak hanya soal kepadatan wisatawan. Pengelola menyebut meningkatnya jumlah pengunjung juga diikuti perilaku yang tidak bertanggung jawab terhadap kawanan monyet salju.
Beberapa wisatawan dilaporkan mencoba memberi makan dan menyentuh monyet, meski tindakan tersebut dilarang. Bahkan, ada pengunjung yang nekat berusaha berendam bersama monyet di pemandian air panas alami, padahal aktivitas itu juga dilarang keras.
Kawasan Jigokudani Yaen-Koen dikenal sebagai habitat monyet salju Jepang yang terkenal karena kebiasaannya berendam di sumber air panas vulkanik saat musim dingin. Pemandangan unik tersebut menjadikan lokasi ini salah satu destinasi wisata alam paling populer di Jepang.
Lonjakan kunjungan terjadi seiring meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara ke Jepang. Sepanjang 2025, negara tersebut mencatat rekor baru dengan 42,7 juta wisatawan internasional, menjadikannya tahun dengan kunjungan turis tertinggi dalam sejarah.
Dengan penerapan sistem reservasi dan rencana pembatasan pengunjung, pengelola berharap kelestarian habitat monyet salju tetap terjaga sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih aman dan nyaman bagi pengunjung.
Sumber: swedenherald
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







