PBB: Lebih dari 50.000 Orang Hilang dalam Gempa Dahsyat Venezuela

AKURAT.CO Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus meningkat. Hingga Jumat (27/6/2026), sedikitnya 920 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang di tengah upaya penyelamatan yang berlangsung tanpa henti.
Berdasarkan laporan AFP, Kepala Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tom Fletcher, menyebut puluhan ribu warga masih belum ditemukan setelah dua gempa besar melanda negara Amerika Selatan tersebut pada Rabu waktu setempat.
Selain korban tewas, sedikitnya 3.300 orang mengalami luka-luka akibat runtuhnya bangunan dan infrastruktur di berbagai wilayah.
Sebelumnya, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, sempat mengumumkan bahwa korban meninggal mencapai 589 orang dengan hampir 3.000 korban luka. Namun, proses evakuasi yang terus berlangsung membuat jumlah korban terus bertambah.
Gempa Kembar Berkekuatan 7,2 dan 7,5 Magnitudo
Dua gempa kuat mengguncang Venezuela hampir secara bersamaan pada Rabu sore.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2 terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat dengan kedalaman sekitar 22 kilometer.
Hanya berselang satu menit, gempa kedua berkekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang wilayah yang sama pada kedalaman sekitar 10 kilometer. Gempa dangkal seperti ini umumnya menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar.
Pusat gempa berada tidak jauh dari ibu kota Caracas, sehingga getaran sangat kuat dirasakan di kawasan perkotaan padat penduduk.
La Guaira Jadi Wilayah Paling Parah
Wilayah La Guaira, yang berada di dekat Caracas, menjadi daerah dengan kerusakan paling parah.
Berbagai video yang beredar di media sosial memperlihatkan gedung-gedung bertingkat runtuh, jalan retak, serta kerusakan berat di Bandara Internasional Maiquetia.
Tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban yang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Pemerintah Venezuela juga mengonfirmasi telah terjadi sejumlah gempa susulan setelah gempa utama mengguncang negara tersebut.
Para ahli menyebut peristiwa ini sebagai "doublet earthquake", yakni dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan. Fenomena tersebut disebut sebagai yang paling kuat melanda kawasan itu dalam 126 tahun terakhir.
Status Darurat Ditetapkan
Pemerintah Venezuela langsung menetapkan status keadaan darurat nasional menyusul besarnya dampak bencana.
Selain itu, Bandara Maiquetia di Caracas terpaksa ditutup sementara setelah mengalami kerusakan serius yang mengganggu operasional penerbangan.
Pemerintah juga mengerahkan personel militer, petugas medis, serta tim penyelamat ke berbagai wilayah terdampak.
Bantuan Internasional Berdatangan
Sejumlah negara bergerak cepat mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela.
Tim penyelamat dari Spanyol, El Salvador, Swiss, Kolombia, dan Meksiko telah berada di lokasi untuk membantu operasi pencarian korban.
India turut mengirim dua pesawat kargo Angkatan Udara yang membawa rumah sakit lapangan militer, lebih dari 35 ton bantuan, obat-obatan, serta peralatan medis.
Sementara itu, Amerika Serikat mengumumkan pengerahan Disaster Assistance Response Team (DART) yang berisi tim pencarian dan penyelamatan perkotaan khusus untuk menemukan korban yang masih tertimbun reruntuhan.
Washington juga mengalokasikan bantuan kemanusiaan senilai US$150 juta bagi Venezuela. Pada Jumat, seorang pejabat tinggi militer Amerika Serikat tiba di Caracas untuk mengoordinasikan operasi bantuan tersebut.
Sumber: Scroll
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat



