Akurat Logo

PBB: Lebih dari 50.000 Orang Hilang dalam Gempa Dahsyat Venezuela

Fitra Iskandar | 27 Juni 2026, 10:13 WIB
PBB:  Lebih dari 50.000 Orang Hilang dalam Gempa Dahsyat Venezuela
Operasi penyelamatan sedang berlangsung di sebuah bangunan yang runtuh di Venezuela pada 26 Juni 2026. | Menteri Komunikasi dan Informasi, @mippci_ven/X

AKURAT.CO Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus meningkat. Hingga Jumat (27/6/2026), sedikitnya 920 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang di tengah upaya penyelamatan yang berlangsung tanpa henti.

Berdasarkan laporan AFP, Kepala Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tom Fletcher, menyebut puluhan ribu warga masih belum ditemukan setelah dua gempa besar melanda negara Amerika Selatan tersebut pada Rabu waktu setempat.

Selain korban tewas, sedikitnya 3.300 orang mengalami luka-luka akibat runtuhnya bangunan dan infrastruktur di berbagai wilayah.

Sebelumnya, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, sempat mengumumkan bahwa korban meninggal mencapai 589 orang dengan hampir 3.000 korban luka. Namun, proses evakuasi yang terus berlangsung membuat jumlah korban terus bertambah.

Gempa Kembar Berkekuatan 7,2 dan 7,5 Magnitudo

Dua gempa kuat mengguncang Venezuela hampir secara bersamaan pada Rabu sore.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2 terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat dengan kedalaman sekitar 22 kilometer.

Hanya berselang satu menit, gempa kedua berkekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang wilayah yang sama pada kedalaman sekitar 10 kilometer. Gempa dangkal seperti ini umumnya menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar.

Pusat gempa berada tidak jauh dari ibu kota Caracas, sehingga getaran sangat kuat dirasakan di kawasan perkotaan padat penduduk.

La Guaira Jadi Wilayah Paling Parah

Wilayah La Guaira, yang berada di dekat Caracas, menjadi daerah dengan kerusakan paling parah.

Berbagai video yang beredar di media sosial memperlihatkan gedung-gedung bertingkat runtuh, jalan retak, serta kerusakan berat di Bandara Internasional Maiquetia.

Tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban yang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Pemerintah Venezuela juga mengonfirmasi telah terjadi sejumlah gempa susulan setelah gempa utama mengguncang negara tersebut.

Para ahli menyebut peristiwa ini sebagai "doublet earthquake", yakni dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan. Fenomena tersebut disebut sebagai yang paling kuat melanda kawasan itu dalam 126 tahun terakhir.

Status Darurat Ditetapkan

Pemerintah Venezuela langsung menetapkan status keadaan darurat nasional menyusul besarnya dampak bencana.

Selain itu, Bandara Maiquetia di Caracas terpaksa ditutup sementara setelah mengalami kerusakan serius yang mengganggu operasional penerbangan.

Pemerintah juga mengerahkan personel militer, petugas medis, serta tim penyelamat ke berbagai wilayah terdampak.

Bantuan Internasional Berdatangan

Sejumlah negara bergerak cepat mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela.

Tim penyelamat dari Spanyol, El Salvador, Swiss, Kolombia, dan Meksiko telah berada di lokasi untuk membantu operasi pencarian korban.

India turut mengirim dua pesawat kargo Angkatan Udara yang membawa rumah sakit lapangan militer, lebih dari 35 ton bantuan, obat-obatan, serta peralatan medis.

Sementara itu, Amerika Serikat mengumumkan pengerahan Disaster Assistance Response Team (DART) yang berisi tim pencarian dan penyelamatan perkotaan khusus untuk menemukan korban yang masih tertimbun reruntuhan.

Washington juga mengalokasikan bantuan kemanusiaan senilai US$150 juta bagi Venezuela. Pada Jumat, seorang pejabat tinggi militer Amerika Serikat tiba di Caracas untuk mengoordinasikan operasi bantuan tersebut.

Sumber: Scroll

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.