Trump Geram Resolusi Stop Perang Iran Disahkan

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, meluapkan kemarahan setelah Senat AS mengesahkan resolusi yang menyerukan penghentian operasi militer terhadap Iran. Resolusi tersebut lolos dengan suara tipis 50 mendukung dan 48 menolak dalam pemungutan suara yang berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan politik di Washington.
Mengutip laporan TRT World Kamis (25/6/2026), Trump menilai keputusan tersebut tidak tepat dan tidak memiliki dampak substantif terhadap kebijakan luar negeri AS.
“Jadi saya telah membuat Iran ‘terpojok’, siap untuk jatuh, bersedia memberikan kita hampir apa pun, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, sangat menghormati Amerika Serikat dan presidennya, SAYA, dan Senat AS memutuskan untuk mengadakan pemungutan suara UU Kekuatan Perang pada waktu yang tidak tepat dan tidak berarti,” kata Trump melalui platform Truth Social, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Trump Kritik Sekutu NATO soal Perang Iran, Italia hingga Jerman Disebut Mengecewakan
Trump menilai resolusi tersebut justru melemahkan posisi Amerika Serikat di hadapan Iran. Ia juga menuding langkah Senat mengirim sinyal yang salah kepada pihak yang disebutnya sebagai “musuh”.
“Memberitahu Sponsor Teror Nomor Satu di Dunia bahwa Amerika Serikat tidak menyukai apa yang saya lakukan kepada mereka, dan saya harus berhenti, dan dengan melakukan hal itu telah memberikan bantuan dan dukungan kepada musuh,” ujarnya.
Dalam pernyataan yang sama, Trump turut mengkritik sejumlah senator dari Partai Republik yang mendukung resolusi tersebut bersama kubu Demokrat. Ia bahkan menyebut mereka sebagai “pecundang”.
Resolusi yang dikenal sebagai bagian dari War Powers Act itu menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan meningkatnya ketegangan antara Gedung Putih dan Kongres terkait kewenangan presiden dalam penggunaan kekuatan militer di luar negeri.
Di sisi lain, para pendukung resolusi menilai langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa keputusan perang tidak diambil secara sepihak tanpa persetujuan legislatif.
Baca Juga: Trump Kritik Sekutu NATO soal Perang Iran, Italia hingga Jerman Disebut Mengecewakan
Dengan disahkannya resolusi ini, perdebatan mengenai batas kewenangan presiden dalam kebijakan militer AS diperkirakan akan terus berlanjut dan menjadi isu politik utama di Washington.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 7Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan





