Akurat Logo

Trump Geram Resolusi Stop Perang Iran Disahkan

Lufaefi | 25 Juni 2026, 11:00 WIB
Trump Geram Resolusi Stop Perang Iran Disahkan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Google Image)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, meluapkan kemarahan setelah Senat AS mengesahkan resolusi yang menyerukan penghentian operasi militer terhadap Iran. Resolusi tersebut lolos dengan suara tipis 50 mendukung dan 48 menolak dalam pemungutan suara yang berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan politik di Washington.

Mengutip laporan TRT World Kamis (25/6/2026), Trump menilai keputusan tersebut tidak tepat dan tidak memiliki dampak substantif terhadap kebijakan luar negeri AS.

“Jadi saya telah membuat Iran ‘terpojok’, siap untuk jatuh, bersedia memberikan kita hampir apa pun, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, sangat menghormati Amerika Serikat dan presidennya, SAYA, dan Senat AS memutuskan untuk mengadakan pemungutan suara UU Kekuatan Perang pada waktu yang tidak tepat dan tidak berarti,” kata Trump melalui platform Truth Social, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Trump Kritik Sekutu NATO soal Perang Iran, Italia hingga Jerman Disebut Mengecewakan

Trump menilai resolusi tersebut justru melemahkan posisi Amerika Serikat di hadapan Iran. Ia juga menuding langkah Senat mengirim sinyal yang salah kepada pihak yang disebutnya sebagai “musuh”.

“Memberitahu Sponsor Teror Nomor Satu di Dunia bahwa Amerika Serikat tidak menyukai apa yang saya lakukan kepada mereka, dan saya harus berhenti, dan dengan melakukan hal itu telah memberikan bantuan dan dukungan kepada musuh,” ujarnya.

Dalam pernyataan yang sama, Trump turut mengkritik sejumlah senator dari Partai Republik yang mendukung resolusi tersebut bersama kubu Demokrat. Ia bahkan menyebut mereka sebagai “pecundang”.

Resolusi yang dikenal sebagai bagian dari War Powers Act itu menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan meningkatnya ketegangan antara Gedung Putih dan Kongres terkait kewenangan presiden dalam penggunaan kekuatan militer di luar negeri.

Di sisi lain, para pendukung resolusi menilai langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa keputusan perang tidak diambil secara sepihak tanpa persetujuan legislatif.

Baca Juga: Trump Kritik Sekutu NATO soal Perang Iran, Italia hingga Jerman Disebut Mengecewakan

Dengan disahkannya resolusi ini, perdebatan mengenai batas kewenangan presiden dalam kebijakan militer AS diperkirakan akan terus berlanjut dan menjadi isu politik utama di Washington.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi