AS Masukkan Alibaba, Baidu, dan BYD ke Daftar Perusahaan Pendukung Militer China

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap perusahaan-perusahaan teknologi China dengan memasukkan raksasa e-commerce Alibaba, mesin pencari Baidu, serta produsen kendaraan listrik BYD ke dalam daftar perusahaan yang diduga mendukung aktivitas militer Beijing.
Langkah yang diumumkan Pentagon pada Senin itu berpotensi memperburuk hubungan antara Amerika Serikat dan China, meskipun kedua negara baru saja mempertahankan gencatan sementara dalam perang dagang menyusul pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing bulan lalu.
Daftar terbaru yang dikenal sebagai "1260H List" atau "Chinese Military Companies List" mencakup sejumlah perusahaan teknologi terkemuka China yang dinilai Washington memiliki keterkaitan dengan pengembangan kemampuan militer dan industri strategis Negeri Tirai Bambu.
Selain Alibaba, Baidu, dan BYD, Pentagon juga menambahkan sejumlah perusahaan besar lainnya, termasuk produsen chip memori CXMT dan YMTC, perusahaan bioteknologi WuXi AppTec, perusahaan robotika berbasis kecerdasan buatan RoboSense Technology, serta Unitree, produsen robot humanoid dan robot berkaki empat yang sedang berkembang pesat di China.
Penambahan Unitree menjadi sorotan karena perusahaan tersebut baru-baru ini diumumkan akan bekerja sama dengan perusahaan chip kecerdasan buatan asal Amerika Serikat, Nvidia, dalam pengembangan robot untuk kebutuhan penelitian.
Pentagon Perluas Pengawasan terhadap Teknologi China
Daftar terbaru ini menggantikan versi sebelumnya yang dirilis pada awal 2025. Pentagon sempat menerbitkan pembaruan daftar pada Februari lalu, namun menariknya kembali hanya dalam hitungan hari tanpa penjelasan rinci.
Versi terbaru yang dirilis pekan ini sebagian besar sama dengan daftar yang sempat ditarik tersebut, namun kembali memasukkan CXMT dan YMTC yang sebelumnya dihapus. Keputusan itu mendapat dukungan dari kalangan politik Washington yang selama ini mendorong sikap lebih keras terhadap China.
Ketua Komite Khusus DPR AS untuk Urusan China, John Moolenaar, menyebut daftar tersebut sebagai peringatan bagi perusahaan dan institusi Amerika.
"Perusahaan-perusahaan ini bekerja sama dengan militer China dan bertentangan dengan kepentingan nasional Amerika Serikat," ujarnya.
China Protes Keras
Kedutaan Besar China di Washington mengecam keputusan tersebut dan menuduh Amerika Serikat melakukan diskriminasi terhadap perusahaan-perusahaan China.
Beijing menegaskan bahwa seluruh perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut beroperasi sesuai hukum dan regulasi yang berlaku.
"Amerika Serikat harus menghentikan praktik yang keliru ini dan menciptakan lingkungan bisnis yang adil, setara, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan China," kata juru bicara Kedutaan Besar China dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, WuXi AppTec menyebut pencantuman namanya sebagai sebuah kesalahan dan menyatakan akan mengambil langkah untuk memperbaiki status tersebut.
Belum Dijatuhi Sanksi, Tetapi Dampaknya Besar
Meski daftar tersebut tidak secara otomatis menjatuhkan sanksi ekonomi, pemerintah AS akan mulai melarang Departemen Pertahanan melakukan kontrak langsung dengan perusahaan-perusahaan yang masuk daftar mulai bulan ini.
Mulai 2027, Pentagon juga dilarang membeli produk maupun layanan dari perusahaan-perusahaan tersebut melalui pihak ketiga.
Analis menilai kebijakan tersebut dapat memberikan dampak finansial yang signifikan bagi perusahaan China maupun mitra bisnis internasional mereka.
Pakar hubungan AS-China dari Foundation for Defense of Democracies, Craig Singleton, menilai langkah terbaru Washington menunjukkan bahwa persaingan teknologi antara kedua negara kini memasuki fase yang lebih serius.
"Washington tidak lagi memandang perusahaan-perusahaan ini sebagai entitas yang berdiri sendiri. Seluruh ekosistem teknologi China kini dianggap sebagai arena persaingan strategis," katanya.
Langkah terbaru ini menandai babak baru rivalitas antara dua ekonomi terbesar dunia yang kini semakin meluas dari sektor perdagangan ke teknologi, kecerdasan buatan, semikonduktor, hingga industri pertahanan.
Sumber: JPost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 630 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 7Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 850 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot






