Paus Bungkuk Tempuh Perjalanan Laut Terjauh di Dunia, Dari Australia ke Brasil Sejauh 15.000 Km

AKURAT.CO Dua paus bungkuk mencatat perjalanan migrasi laut terpanjang yang pernah tercatat setelah berpindah antara perairan Australia dan Brasil sejauh lebih dari 15.000 kilometer. Temuan mengejutkan itu diungkap dalam penelitian internasional yang dipublikasikan pada 20 Mei.
Tim ilmuwan dari berbagai negara berhasil mengidentifikasi dua paus tersebut melalui puluhan ribu foto ekor paus yang dikumpulkan selama bertahun-tahun. Pola unik pada ekor paus memungkinkan peneliti memastikan bahwa hewan yang terlihat di dua belahan dunia itu adalah individu yang sama.
Salah satu paus pertama kali terlihat di Queensland, Australia, pada 2007. Dua belas tahun kemudian, paus yang sama muncul di dekat Sao Paulo, Brasil, setelah menempuh perjalanan laut sekitar 14.200 kilometer melintasi samudra.
Paus lainnya tercatat pertama kali di perairan Bahia, Brasil, sebelum akhirnya terlihat kembali 22 tahun kemudian di Hervey Bay, Australia. Jarak perpindahannya mencapai sekitar 15.100 kilometer.
Para peneliti menyebut temuan tersebut sebagai jarak terjauh yang pernah tercatat antara dua dokumentasi foto dari paus bungkuk yang sama.
Meski sangat jarang terjadi, perjalanan lintas samudra seperti ini dianggap penting bagi keberlangsungan populasi paus bungkuk di dunia.
Peneliti dari Griffith University sekaligus penulis laporan, Stephanie Stack, mengatakan perpindahan paus antarwilayah berkembang biak dapat membantu menjaga keragaman genetik populasi paus global.
Menurutnya, paus-paus tersebut juga kemungkinan membawa pola nyanyian baru dari satu wilayah ke wilayah lain. Lagu paus bungkuk diketahui dapat menyebar lintas samudra, mirip seperti tren musik yang berpindah antarmanusia.
Penelitian ini juga memperkuat teori yang dikenal sebagai “Southern Ocean Exchange”. Teori tersebut menyebut paus bungkuk terkadang menuju wilayah makan di Antartika, tetapi kembali melalui jalur berbeda hingga berakhir di area berkembang biak yang sama sekali baru.
Para ilmuwan menduga perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kemungkinan migrasi ekstrem tersebut. Perubahan kondisi Samudra Selatan, termasuk pergeseran es laut dan distribusi krill Antartika sebagai makanan utama paus, diyakini memengaruhi pola perjalanan mamalia laut raksasa itu.
Paus bungkuk sendiri dapat tumbuh hingga panjang 17 meter dan dikenal sebagai salah satu spesies paus migran dengan rute perjalanan paling jauh di dunia.
Sumber: Thestraitstimes
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini




