Akurat Logo

Presiden Irlandia Catherine Connolly Bangga Adiknya Ditahan Israel saat Misi Gaza

Fitra Iskandar | 19 Mei 2026, 20:03 WIB
Presiden Irlandia Catherine Connolly Bangga Adiknya Ditahan Israel saat Misi Gaza
Margaret Connolly. Foto: ikha,com

AKURAT.CO Presiden Irlandia, Catherine Connolly, mengaku bangga sekaligus cemas setelah adiknya, Margaret Connolly, ditahan pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza, Palestina.

Margaret menjadi satu dari enam warga Irlandia yang diamankan Israel setelah armada bantuan internasional tersebut dicegat di perairan internasional pada Senin (18/5/2026). Pihak penyelenggara menyebut pencegatan terjadi sekitar 70 mil laut dari Pulau Siprus.

Pernyataan Catherine Connolly disampaikan usai kunjungannya menemui Charles III di Buckingham Palace, London. Dalam komentarnya kepada media, ia mengaku belum mendapatkan informasi lengkap mengenai kondisi sang adik dan para aktivis lain yang ikut ditahan.

“Saya sangat bangga dengan adik saya, tetapi juga khawatir dengannya,” ujar Catherine seperti dikutip Politico.

“Saya sangat sibuk hari ini dan belum sempat mendapatkan detail mengenai saudara perempuan saya maupun rekan-rekannya di kapal,” lanjutnya.

Sebelum kapal dicegat, Margaret Connolly diketahui sempat merekam video yang dipublikasikan setelah penangkapannya terjadi.

“Jika Anda menonton video ini, berarti saya telah diculik dari kapal oleh pasukan Israel dan kini ditahan secara ilegal di penjara Israel,” kata Margaret dalam rekaman tersebut.

Armada Global Sumud Flotilla merupakan misi kemanusiaan sipil internasional yang bertujuan menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza untuk mengirim bantuan bagi warga Palestina.

Pada Senin, tentara Israel dilaporkan menyerbu dan menghentikan perjalanan armada tersebut di laut internasional. Sekitar 100 aktivis dari berbagai negara disebut ditangkap, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI).

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah mengecam keras tindakan Israel dan mendesak pembebasan seluruh WNI serta peserta misi kemanusiaan lainnya.

Armada Global Sumud Flotilla terdiri dari lebih dari 50 kapal yang berangkat dari distrik Marmaris di wilayah Mediterania Turki sejak Kamis (14/5/2026).

Misi ini melibatkan 426 peserta dari 39 negara, termasuk Indonesia, Irlandia, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Prancis, Italia, Malaysia, Pakistan, Afrika Selatan, hingga Selandia Baru.

Insiden pencegatan armada bantuan Gaza tersebut kini menjadi sorotan internasional dan kembali memicu kritik terhadap blokade Israel di Jalur Gaza yang terus berlangsung di tengah krisis kemanusiaan di Palestina.

Sumber: Politico

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.