Akurat Logo

Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara, Pendukung Gelar Sambutan Meriah

Fitra Iskandar | 11 Mei 2026, 10:59 WIB
Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara, Pendukung Gelar Sambutan Meriah
Thaksin Shinawatra. Foto: Malaysia Observer.

AKURAT.CO Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, resmi dibebaskan dari penjara di Bangkok pada Senin (11/5/2026). Ia telah menjalani delapan bulan hukuman atas kasus korupsi yang telah lama membayangi perjalanan politiknya.

Sekitar 300 pendukung dan sekutu politik berkumpul di luar Penjara Pusat Klong Prem untuk menyambut kepulangan miliarder berusia 76 tahun tersebut. Thaksin terlihat keluar dari gerbang penjara mengenakan kaus polo putih dan celana biru sebelum dipeluk anggota keluarganya.

Anak-anak Thaksin, termasuk mantan perdana menteri Paetongtarn Shinawatra, juga hadir sejak pagi untuk menyambut ayah mereka. Massa pendukung meneriakkan “We Love Thaksin” sambil memberikan bunga mawar merah.

Meski disambut hangat para loyalisnya, Thaksin memilih meninggalkan lokasi tanpa memberikan pernyataan kepada media.

Thaksin merupakan tokoh politik paling berpengaruh sekaligus kontroversial dalam sejarah modern Thailand. Pendiri Partai Thai Rak Thai itu menjabat perdana menteri sejak 2001 hingga digulingkan melalui kudeta militer pada 2006 saat berada di luar negeri.

Kudeta tersebut memicu polarisasi politik berkepanjangan di Thailand selama hampir dua dekade. Basis pendukung Thaksin yang kuat di kalangan masyarakat pedesaan dan kelas bawah terus berhadapan dengan kelompok elite perkotaan, loyalis kerajaan, dan militer.

Selama menjabat, Thaksin dikenal lewat kebijakan populis seperti layanan kesehatan nasional murah dan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Namun ia juga menghadapi berbagai tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, termasuk menggunakan jabatan untuk kepentingan bisnis pribadi dan proyek lotere negara yang merugikan pemerintah.

Thaksin sempat hidup dalam pengasingan selama bertahun-tahun sebelum kembali ke Thailand pada 2023 untuk menjalani hukuman penjara. Kepulangannya terjadi ketika Partai Pheu Thai yang berafiliasi dengannya berhasil membentuk pemerintahan baru.

Awalnya, Thaksin dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Namun hukuman itu dikurangi menjadi satu tahun oleh Raja Maha Vajiralongkorn. Ia kemudian sempat menjalani masa tahanan di rumah sakit polisi Bangkok karena alasan kesehatan sebelum Mahkamah Agung Thailand pada September 2025 memerintahkan dirinya kembali ke penjara.

Bulan lalu, panel Kementerian Kehakiman Thailand menyetujui pembebasan bersyarat Thaksin dengan alasan usia lanjut, perilaku baik selama menjalani hukuman, dan rendahnya risiko mengulangi pelanggaran.

Meski telah bebas, Thaksin masih harus menjalani masa percobaan selama empat bulan. Ia diwajibkan tinggal di rumah yang telah didaftarkan di Bangkok, memakai gelang pemantau elektronik, dan rutin melapor kepada petugas pembebasan bersyarat.

Sementara itu, dinamika politik keluarga Shinawatra juga terus menjadi perhatian publik Thailand. Putrinya, Paetongtarn Shinawatra, yang sempat menjadi perdana menteri termuda Thailand pada 2024, dicopot Mahkamah Konstitusi pada Agustus 2025 setelah muncul rekaman percakapan kontroversial dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen.

Pada pemilu tahun ini, Partai Pheu Thai hanya mampu finis di posisi ketiga, menandai menurunnya dominasi politik keluarga Shinawatra di Thailand.

Sumber: ABC

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.