Selangkah Lagi, Inggris akan Larang Rokok dan Vape Seumur Hidup bagi Generasi yang Lahir Setelah 2008

AKURAT.CO Inggris selangkah lagi menerapkan undang-undang yang secara efektif melarang penggunaan produk tembakau dan vape seumur hidup. Larangan itu akan diterapkan bagi generasi yang lahir setelah 2008.
Rancangan Undang-Undang Tembakau dan Vape (Tobacco and Vapes Bill) telah disetujui oleh kedua majelis parlemen pekan ini. Aturan tersebut melarang penjualan “tembakau, vape, dan produk terkait lainnya” kepada individu yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2009. RUU itu kini tinggal menunggu persetujuan kerajaan (royal assent) dari Raja Charles III dalam beberapa hari ke depan.
Kementerian Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris sebelumnya menyatakan bahwa melalui aturan baru ini, batas usia pembelian produk tembakau akan meningkat secara bertahap dari waktu ke waktu, dengan tujuan memutus siklus kecanduan dan ketimpangan.
Saat ini, usia legal untuk membeli tembakau di Inggris adalah 18 tahun. Dalam aturan baru, pelanggaran oleh penjual dapat dikenai denda minimal 200 poundsterling.
Regulasi tersebut juga memperluas kawasan bebas rokok, vape, dan tembakau panas, termasuk di rumah sakit, panti perawatan dewasa, taman bermain, serta sekolah. Selain itu, penggunaan vape di dalam kendaraan yang membawa anak di bawah 18 tahun juga dilarang.
Baca Juga: Belgia Mendesak Uni Eropa Memperketat Regulasi Vape
RUU ini juga memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah untuk mengatur standar produk dan informasi, serta membatasi iklan dan promosi produk tembakau dan vape.
RUU tersebut pertama kali diajukan ke parlemen pada 2024 dan telah melalui House of Commons serta House of Lords sebelum mencapai tahap akhir persetujuan pekan ini.
Menteri Kesehatan Baroness Gillian Merron menyebut aturan ini sebagai langkah besar dalam kesehatan publik. “Ini adalah undang-undang bersejarah yang akan menciptakan generasi bebas rokok dan menjadi intervensi kesehatan publik terbesar dalam satu generasi,” ujarnya di House of Commons.
Namun, kebijakan ini juga menuai kritik. Mantan Perdana Menteri Liz Truss sebelumnya menyatakan kekhawatirannya bahwa kebijakan tersebut berpotensi membatasi kebebasan individu.
Menurut data National Health Service (NHS), merokok menyebabkan satu dari empat kematian akibat kanker di Inggris dan bertanggung jawab atas sekitar tujuh dari sepuluh kasus kanker paru-paru.
Pemerintah Inggris juga mencatat sebagian besar perokok ingin berhenti, namun kesulitan akibat kecanduan nikotin yang dimulai sejak usia remaja. Lebih dari 80 persen perokok mulai sebelum usia 20 tahun, bahkan banyak yang sudah merokok sejak masa kanak-kanak.
Kebijakan ini serupa dengan undang-undang di Selandia Baru yang disahkan pada 2022 untuk melarang merokok bagi generasi muda. Namun, aturan tersebut kemudian dicabut kurang dari dua tahun setelah diberlakukan oleh pemerintahan baru.
Sumber: ABC
Baca Juga: Singapura Memperberat Hukum Vape, Pengguna Terancam Denda hingga Rp120 Juta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina




