Akurat Logo

Stok BBM Pertamina Aman di Tengah Perang Iran, Disebut Tak Semua Lewat Selat Hormuz

Lufaefi | 22 April 2026, 17:27 WIB
Stok BBM Pertamina Aman di Tengah Perang Iran, Disebut Tak Semua Lewat Selat Hormuz
Menlu Indonesia Sugiono (Akurat.co/)

AKURAT.CO Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman meski ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memanas, termasuk situasi di Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan posisi energi Indonesia saat ini relatif aman. Ia merujuk pada penjelasan Kementerian ESDM bahwa tidak seluruh pasokan energi Indonesia melewati jalur Selat Hormuz.

“Supply yang kita dapat juga tidak semuanya itu lewat Hormuz,” ujar Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, meskipun sebagian pengiriman energi melintasi jalur tersebut, porsinya tidak dominan dibandingkan total kebutuhan nasional. Karena itu, gangguan di kawasan tersebut tidak serta-merta mengganggu keseluruhan pasokan dalam negeri.

Baca Juga: Apakah Iran Tetap Memberangkatkan Jemaah Haji di Tengah Perang Lawan AS?

Sugiono juga mengungkapkan terdapat dua kapal milik Pertamina yang berada di kawasan itu dengan muatan sekitar 2 juta barel minyak mentah. Namun, volume tersebut dinilai relatif kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan energi nasional.

Pemerintah mengingatkan agar situasi di Selat Hormuz tidak dipersepsikan secara berlebihan. Indonesia memiliki sejumlah alternatif sumber pasokan energi dari berbagai negara, termasuk Rusia dan Amerika Serikat. Selain itu, Pertamina juga memiliki ladang migas di sejumlah wilayah yang mendukung ketahanan energi nasional.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar RI di Teheran terus melakukan komunikasi untuk memastikan kelancaran pelayaran kapal-kapal Indonesia di kawasan tersebut.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah Iran memperingatkan kapal-kapal agar tidak melintas menyusul eskalasi konflik dengan AS.

Meski demikian, pemerintah menegaskan pengamanan pasokan energi nasional tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika geopolitik yang berkembang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi