Analis dan Pakar Militer: Selat Hormuz Akan Jadi Simbol Kegagalan AS dalam Perang Lawan Iran

AKURAT.CO Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dinilai belum menutup babak ketegangan di kawasan Teluk. Sejumlah pakar militer dan analis Barat justru melihat dinamika di Strait of Hormuz berpotensi menjadi simbol kegagalan Washington dalam mencapai tujuan strategisnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengancam akan mengambil langkah tegas terkait jalur pelayaran vital tersebut setelah perundingan dengan Teheran menemui jalan buntu. Namun, menurut sejumlah pengamat, ancaman itu tidak diikuti capaian politik maupun militer yang jelas.
Mengutip Al Jazeera terkait diskusi analis Amerika dan Inggris, Senin (13/4/2025), sejumlah media Barat menilai pertanyaan utama pascaperang bukan lagi soal siapa yang lebih unggul secara militer, melainkan apakah Amerika Serikat keluar dari konflik ini dalam posisi lebih kuat atau justru melemah.
Baca Juga: Jarang Terjadi, PM Italia Giorgia Meloni Akhirnya Kecam Trump yang Menyerang Paus Leo XIV
Kolumnis The New York Times, Carlos Lozada, dalam perbincangan dengan penulis A J Dion, menekankan bahwa hasil perang tidak dapat disebut sebagai kemenangan. Menurutnya, Washington tidak berhasil menghentikan secara permanen program nuklir Iran, tidak melumpuhkan kemampuan rudalnya, dan tidak memicu perubahan rezim seperti yang sempat diperkirakan sejumlah pihak.
Dalam konteks inilah, pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi sorotan. Sejumlah analis menilai isu tersebut bukanlah tujuan awal intervensi militer, melainkan berkembang menjadi fokus baru setelah konflik menciptakan kebuntuan strategis. Alih-alih mencetak pencapaian, pemerintahan Trump dinilai justru berupaya mengatasi krisis yang muncul akibat eskalasi itu sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








