Helm Emas Berusia 2.500 Tahun dan Gelang Curian Museum Belanda Ditemukan

AKURAT.CO Jaksa Belanda mengumumkan bahwa sebuah helm emas berusia 2.500 tahun dan dua gelang yang dicuri dari museum tahun lalu telah berhasil ditemukan. Barang-barang tersebut kini telah dikembalikan kepada otoritas Rumania.
Helm yang dikenal sebagai “Golden Helmet of Cotofenesti” bersama dua gelang tersebut merupakan koleksi National History Museum di Bucharest. Benda-benda itu dipinjamkan ke Drents Museum di Belanda sebelum dicuri pada malam 24–25 Januari 2025, menurut Kejaksaan Belanda.
Rekaman kamera pengawas menunjukkan pelaku menggunakan bahan peledak dan linggis untuk membobol pintu besar museum sebelum mengakses artefak tersebut. Tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut.
Dua gelang yang dicuri diketahui berasal dari sekitar 50 SM, atau beberapa abad lebih muda dibanding helm tersebut. Ketiga artefak yang berhasil ditemukan telah diserahkan kembali kepada jaksa Rumania pada Kamis.
Kepala Jaksa wilayah Belanda Utara, Corein Fahner, menyambut baik pengembalian benda bersejarah itu. Ia menyebut proses penanganan kasus ini sebagai perjalanan panjang, terutama bagi pihak Rumania dan staf museum.
Namun, satu gelang Dacia lainnya masih belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan.
Baca Juga: Lebih dari 1.000 Koleksi Museum di California Dicuri, Polisi dan FBI Lakukan Penyelidikan
Direktur Drents Museum, Robert van Langh, mengatakan helm mengalami kerusakan ringan yang dapat diperbaiki melalui restorasi, sementara dua gelang berada dalam kondisi sempurna.
Tiga tersangka telah ditangkap beberapa hari setelah pencurian, namun baru belakangan mengungkap lokasi barang curian tersebut kepada pihak berwenang. Ketiganya dijadwalkan menjalani persidangan mulai 14 April.
Kejaksaan Belanda menyebut artefak tersebut diserahkan pada Rabu setelah adanya intervensi dari pihak pembela.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rumania Toiu Oana menyatakan bahwa artefak tersebut memiliki nilai penting bagi identitas nasional dan warisan dunia. Ia menambahkan benda-benda itu akan segera dipamerkan kembali kepada publik di Rumania.
Sumber: Washingtonpost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan


