Akurat Logo

Helm Emas Berusia 2.500 Tahun dan Gelang Curian Museum Belanda Ditemukan

Fitra Iskandar | 3 April 2026, 13:29 WIB
Helm Emas Berusia 2.500 Tahun dan Gelang Curian Museum Belanda Ditemukan
Jaksa Belanda mengumumkan bahwa sebuah helm emas berusia 2.500 tahun dan dua gelang yang dicuri dari museum tahun lalu telah berhasil ditemukan. Foto: AP

AKURAT.CO Jaksa Belanda mengumumkan bahwa sebuah helm emas berusia 2.500 tahun dan dua gelang yang dicuri dari museum tahun lalu telah berhasil ditemukan. Barang-barang tersebut kini telah dikembalikan kepada otoritas Rumania.

Helm yang dikenal sebagai “Golden Helmet of Cotofenesti” bersama dua gelang tersebut merupakan koleksi National History Museum di Bucharest. Benda-benda itu dipinjamkan ke Drents Museum di Belanda sebelum dicuri pada malam 24–25 Januari 2025, menurut Kejaksaan Belanda.

Rekaman kamera pengawas menunjukkan pelaku menggunakan bahan peledak dan linggis untuk membobol pintu besar museum sebelum mengakses artefak tersebut. Tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut.

Dua gelang yang dicuri diketahui berasal dari sekitar 50 SM, atau beberapa abad lebih muda dibanding helm tersebut. Ketiga artefak yang berhasil ditemukan telah diserahkan kembali kepada jaksa Rumania pada Kamis.

Kepala Jaksa wilayah Belanda Utara, Corein Fahner, menyambut baik pengembalian benda bersejarah itu. Ia menyebut proses penanganan kasus ini sebagai perjalanan panjang, terutama bagi pihak Rumania dan staf museum.

Namun, satu gelang Dacia lainnya masih belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan.

Baca Juga: Lebih dari 1.000 Koleksi Museum di California Dicuri, Polisi dan FBI Lakukan Penyelidikan

Direktur Drents Museum, Robert van Langh, mengatakan helm mengalami kerusakan ringan yang dapat diperbaiki melalui restorasi, sementara dua gelang berada dalam kondisi sempurna.

Tiga tersangka telah ditangkap beberapa hari setelah pencurian, namun baru belakangan mengungkap lokasi barang curian tersebut kepada pihak berwenang. Ketiganya dijadwalkan menjalani persidangan mulai 14 April.

Kejaksaan Belanda menyebut artefak tersebut diserahkan pada Rabu setelah adanya intervensi dari pihak pembela.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rumania Toiu Oana menyatakan bahwa artefak tersebut memiliki nilai penting bagi identitas nasional dan warisan dunia. Ia menambahkan benda-benda itu akan segera dipamerkan kembali kepada publik di Rumania.

Sumber: Washingtonpost

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.