Trump Kecewa Negara Sekutu Tak Dukung Perang Lawan Iran: Silahkan Cari Minyak Sendiri!

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah sekutu yang dinilai kurang mendukung upaya perang AS–Israel melawan Iran.
Dalam unggahan di Truth Social, Selasa (31/3/2026)) Trump menyindir negara-negara yang terdampak penutupan Selat Hormuz dan kesulitan memperoleh bahan bakar jet agar “mencari minyak sendiri” atau “merebut” jalur tersebut. Penutupan jalur pelayaran strategis itu disebut telah mendorong harga bensin di AS melampaui 4 dolar per galon.
Trump juga menuduh Prancis menolak akses bagi pesawat AS yang membawa perlengkapan militer menuju Israel untuk melintasi wilayah udaranya. Ia menyebut beberapa sekutu, termasuk Inggris dan Prancis, tidak cukup membantu dalam konflik yang telah berlangsung sekitar satu bulan.
Sejumlah negara Eropa dilaporkan membatasi dukungan langsung terhadap operasi militer tersebut. Italia disebut menolak penggunaan pangkalan udara Sigonella untuk misi terkait ofensif di Timur Tengah, sementara Spanyol menutup wilayah udaranya bagi pesawat AS yang terlibat konflik.
Baca Juga: Pesawat Militer Rusia Jatuh di Crimea, 29 Orang Tewas
Namun pemerintah Italia menegaskan hubungan dengan AS tetap solid dan berbasis kerja sama penuh.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut menyatakan bahwa negara-negara lain seharusnya ikut bertanggung jawab menjaga keamanan jalur pelayaran internasional, bukan hanya Angkatan Laut AS.
Ia juga mengklaim operasi militer yang dinamakan “Operation Epic Fury” telah melemahkan moral militer Iran, menyebabkan pembelotan dan berkurangnya serangan rudal serta drone dalam 24 jam terakhir.
Hegseth menyatakan perubahan rezim di Iran secara efektif telah terjadi akibat serangan yang menargetkan kepemimpinan militer Iran. Namun pernyataan itu berbeda dengan pandangan Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mengatakan Israel tengah membangun aliansi dengan sejumlah negara Arab yang kini melihat Iran sebagai ancaman bersama.
Sementara itu, Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter menyebut tujuan perang—yakni menghentikan pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik Iran—mungkin sulit dicapai tanpa runtuhnya rezim di Teheran.
“Jika itu bisa dilakukan tanpa perubahan rezim, baik. Tapi mungkin tidak bisa,” ujarnya dalam sebuah wawancara podcast.
Konflik AS–Israel dengan Iran telah mengguncang pasar energi global dan meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga: Meski Perang Timur Tengah Memanas, Dubes Saudi Pastikan Penyelenggaraan Haji 2026 Tetap Aman
Meski Washington menyatakan masih membuka peluang kesepakatan, pejabat AS juga menegaskan opsi militer akan terus dilanjutkan jika Iran tidak menunjukkan perubahan sikap.
Situasi ini memunculkan perbedaan pendekatan antara AS, Israel, dan sekutu-sekutu Eropa mengenai arah akhir konflik dan kemungkinan perubahan rezim di Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 2Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Bersamaan dengan Putusan MK soal Gibran, Ada Apa?
- 9Febrie Adriansyah Didakwa Memeras Tan Kian Rp55 Miliar agar Tidak Jadi Tersangka Korupsi Jiwasraya
- 10Sidang Perdana Kasus Asabri-Jiwasraya, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ikuti Pembacaan Dakwaan









